Kehadiran Ayah di Hari Pertama Sekolah Jadi Kenangan Berharga Anak
- 12 Jul 2026 08:28 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Hari pertama masuk sekolah bukan hanya menjadi momen penting bagi anak, tetapi juga menghadirkan pengalaman emosional yang berharga bagi seorang ayah. Kesempatan mengantar anak hingga ke gerbang sekolah menjadi bentuk sederhana kehadiran dan kasih sayang orang tua yang dapat membekas dalam ingatan anak.
Ustaz Gunawan mengaku hatinya dipenuhi rasa syukur saat menyaksikan langkah kecil sang anak menuju gerbang sekolah. Baginya, momen tersebut menghadirkan kebahagiaan sekaligus menjadi kenangan yang akan selalu dikenang.
“Hati saya dipenuhi rasa syukur. Melihat langkah kecilnya hari ini menuju pintu gerbang sekolah menghadirkan kebahagiaan yang begitu besar. Sebagai seorang ayah, saya merasa sedang menyimpan kenangan yang kelak akan selalu dikenang. Semoga langkah kecil hari ini menjadi awal perjalanan menuju masa depan yang cemerlang,” ujar Ustaz Gunawan.
Menurutnya, meluangkan waktu untuk mengantar anak ke sekolah merupakan cara sederhana seorang ayah menunjukkan kasih sayang. Kehadiran ayah, terutama sebelum bel sekolah berbunyi, diyakini mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat anak.
“Anak mungkin akan lupa mainan yang kita belikan, tetapi mereka akan selalu mengingat pelukan penuh kasih sayang. Kehadiran sosok ayah sebelum bel sekolah berbunyi mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat untuk berjuang,” katanya.
Ia menambahkan, kesibukan pekerjaan seharusnya tidak membuat seorang ayah kehilangan kesempatan untuk hadir dalam momen penting kehidupan anak. Terlebih, adanya kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) pada pagi hari di Aceh Utara dapat dimanfaatkan untuk mendampingi dan mengantar anak ke sekolah.
“Sesibuk apa pun pekerjaan kita, apalagi kami di Aceh Utara diperbolehkan WFH pada pagi hari, jangan sampai kehilangan kesempatan untuk terus menemani anak sepanjang jalan,” ujarnya.
Ustaz Gunawan juga menceritakan perubahan ekspresi sang anak ketika mengetahui dirinya diantar langsung oleh ayahnya. Wajah yang ceria, senyum, dan genggaman tangan menjadi bahasa sederhana yang menunjukkan kebahagiaan seorang anak atas kehadiran ayah.
“Masya Allah, wajah anak saya langsung berubah ceria dengan senyum yang begitu terang. Tangannya menggenggam erat, seolah berkata, ‘Ayah, terima kasih sudah datang,’ tanpa perlu diucapkan,” tuturnya.
Dari momen tersebut, ia melihat kepercayaan diri sang anak tumbuh karena merasa didukung dan disayangi. Ia berharap kebersamaan sederhana pada pagi hari dapat menjadi bekal berharga bagi anak dalam menapaki perjalanan pendidikan dan meraih cita-cita.
“Semoga kebersamaan kecil di pagi hari menjadi bekal yang mengantarkan anak saya dan juga anak-anak kita semua meraih masa depan yang gemilang,” pungkas Ustaz Gunawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....