Mirza Gunawan Kembali Nahkodai PII Aceh Utara Periode 2026–2029
- 09 Jul 2026 11:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Kepercayaan kembali diberikan kepada Ir. Mirza Gunawan, S.T., M.A.P., IPU., ASEAN Eng., ACPE., APEC Eng., CPSp., CCMS. untuk memimpin Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Aceh Utara periode 2026–2029.
Ia terpilih secara musyawarah mufakat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) PII Aceh Utara yang berlangsung di Kantor Bupati Aceh Utara, Lhoksukon, Rabu, 8 Juli 2026.

Terpilihnya kembali Mirza Gunawan mencerminkan tingginya kepercayaan anggota terhadap kepemimpinannya yang dinilai mampu menjaga soliditas organisasi sekaligus memperkuat peran profesi insinyur dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.
Muscab digelar sebagai tindak lanjut Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) yang berlangsung pada 5 Juni 2026, menyusul berakhirnya masa kepengurusan periode 2023–2026. Kegiatan dibuka oleh Ir. Alfi Syahendra, S.T., M.T., diawali sambutan Pengurus Wilayah PII Aceh yang disampaikan Dr. Ir. Khairul Iqbal, S.T., M.T., IPM., kemudian dilanjutkan laporan pertanggungjawaban Ketua PC PII Aceh Utara periode sebelumnya.
Proses persidangan berlangsung demokratis, tertib, dan penuh semangat kekeluargaan. Tim Formatur yang dipimpin Dr. Ir. Abdul Jalil, S.T., M.T., bersama Sekretaris Ir. Lilis Indriansyah, M.P., dan anggota Ir. Mahfuz, S.T., M.T., memimpin jalannya Sidang Pleno hingga akhirnya menetapkan Ir. Mirza Gunawan sebagai Ketua PC PII Aceh Utara periode 2026–2029 secara aklamasi.
Dalam sambutannya, Mirza Gunawan menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas amanah yang kembali dipercayakan kepadanya.

"Kepercayaan ini adalah tanggung jawab besar. Saya berharap dukungan dari Pengurus Wilayah PII Aceh dan seluruh anggota agar kita semakin solid membangun organisasi yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Aceh Utara," ujarnya.
Ia menegaskan, kepengurusan baru akan fokus pada penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kompetensi dan profesionalisme insinyur, serta memperluas kolaborasi dengan pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan peran insinyur yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menjunjung tinggi etika profesi, integritas, dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
Dengan kepemimpinan yang berlanjut, PII Aceh Utara diharapkan semakin aktif menghadirkan inovasi, gagasan, dan solusi bagi pembangunan yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....