UNBP-USK Dampingi NABUNG menuju Izin Edar BPOM Resmi

  • 05 Jul 2026 17:42 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Produk Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berbahan pangan lokal, NABUNG (Nugget Ikan Kembung), selangkah lagi menuju pasar yang lebih luas. Melalui pendampingan intensif dari tim pengabdian gabungan Universitas Bumi Persada (UNBP) dan Universitas Syiah Kuala (USK), kelompok PKK Gampong Blang Teue, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, kini bersiap mengantongi izin edar dari BPOM.

Pendampingan yang berlangsung pada Sabtu , 4 Juli 2026, tersebut merupakan kelanjutan Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) yang didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Program ini menjadi upaya nyata meningkatkan kualitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

NABUNG merupakan produk olahan berbahan dasar ikan kembung dan daun kelor yang telah diproduksi kelompok PKK sejak 2025. Selama ini, produk tersebut mendapat sambutan positif masyarakat, namun masih menghadapi tantangan dalam standardisasi mutu dan legalitas izin edar.

Ketua Tim Pengabdi, Arista Ardilla, S.Tr.Keb., M.K.M., menjelaskan bahwa fokus pendampingan tahun kedua adalah memastikan proses produksi berjalan sesuai standar, memiliki kualitas yang konsisten, serta memenuhi seluruh persyaratan untuk memperoleh izin edar BPOM.

"Target kami bukan hanya menghasilkan produk yang bergizi, tetapi juga produk yang aman, berkualitas, dan memiliki legalitas sehingga mampu dipasarkan secara lebih luas serta meningkatkan pendapatan masyarakat," ujarnya.

Sebagai bagian dari proses tersebut, tim BPOM sebelumnya telah melakukan survei fasilitas produksi pada 18 Juni 2026. Pemeriksaan dilakukan terhadap sarana produksi, peralatan, hingga penerapan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), yang menjadi salah satu syarat utama pengajuan izin edar.

Dalam pelatihan, para anggota PKK memperoleh materi mengenai standardisasi proses produksi, pengendalian mutu, sanitasi, keamanan pangan, hingga penggunaan peralatan produksi yang lebih modern. Tim pengabdian juga menyerahkan bantuan peralatan guna meningkatkan kapasitas produksi yang ditargetkan naik dari 30–50 bungkus menjadi 80–100 bungkus setiap bulan.

Anggota tim pengabdi, Ns. Zulkarnaini, S.Kep., M.Kep., menegaskan bahwa pengembangan MP-ASI lokal ini tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui penyediaan pangan bergizi yang aman dan terstandar.

Selain aspek produksi, peserta juga mendapatkan pelatihan pembukuan sederhana, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), serta strategi pemasaran digital melalui media sosial dan marketplace. Materi tersebut didampingi oleh Eka Sutrisna, SKM., M.Kes. dan Muhammad Kahfi Aulia, S.Kom., M.Cs., bersama empat mahasiswa yang turut membantu proses pendampingan dan administrasi pengurusan izin.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan NABUNG segera memperoleh izin edar BPOM sehingga mampu menembus pasar yang lebih luas, menjadi produk unggulan Kota Lhokseumawe, sekaligus menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat berbasis potensi pangan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....