Mengenal Anhedonia, ketika Hidup Kehilangan Rasa Bahagia

  • 06 Jul 2026 08:21 WIB
  •  Sintang

RRI.CO.ID, Sintang - Rasa jenuh yang membuat hidup terasa benar-benar hampa bisa jadi bukan sekadar kelelahan biasa, melainkan gejala anhedonia. Berdasarkan informasi kesehatan dari Siloam Hospitals, anhedonia adalah kondisi psikologis ketika seseorang kehilangan kemampuan untuk menikmati hal-hal yang biasanya terasa menyenangkan dalam rutinitas sehari-hari.

Kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu anhedonia sosial dan fisik. Penderita anhedonia sosial cenderung menarik diri dan kesulitan membaur dengan lingkungan sekitar. Sementara itu, anhedonia fisik membuat seseorang tidak lagi mampu merasakan kepuasan lewat stimulus indra, seperti menikmati makanan lezat atau mendengarkan musik favorit.

Meskipun pemicu utamanya belum diketahui pasti, hilangnya rasa bahagia ini kerap menjadi indikator gangguan kesehatan mental yang lebih kompleks. Anhedonia sering kali muncul sebagai bagian dari gejala depresi mayor, gangguan kecemasan (anxiety disorder), skizofrenia, hingga gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Jika dibiarkan tanpa penanganan, anhedonia berisiko menurunkan kualitas hidup secara drastis. Penderitanya dapat mengalami isolasi sosial, gangguan nutrisi, hingga keretakan hubungan dengan orang terdekat. Pada tingkat yang parah, kehampaan emosional yang konstan ini berpotensi memicu keinginan menyakiti diri sendiri.

Langkah pemulihan sejak dini sangat krusial untuk mengembalikan warna dalam hidup. Merujuk pada data Siloam Hospitals, penanganan kondisi ini umumnya melibatkan terapi psikologis seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT) serta dukungan obat-obatan dari psikiater. Segera berkonsultasi dengan profesional adalah kunci terbaik untuk memulihkan kebahagiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....