Waspadai Modus Deepfake AI, Jangan Mudah Percaya Video dan Suara Palsu

  • 03 Jul 2026 23:17 WIB
  •  Bogor

RRI.CO.ID, Bogor – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital yang memanfaatkan teknologi deepfake berbasis kecerdasan buatan (AI). Teknologi ini mampu menghasilkan video maupun suara palsu yang tampak dan terdengar sangat meyakinkan sehingga berpotensi digunakan pelaku kejahatan untuk menipu korban.

Dalam unggahan media sosial Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bogor, dijelaskan bahwa pelaku dapat memanfaatkan teknologi deepfake untuk menyamar sebagai orang lain. Modus yang sering ditemukan antara lain video call yang tiba-tiba meminta transfer uang, voice note yang terdengar persis seperti suara anggota keluarga atau atasan, hingga video tokoh publik yang menawarkan investasi maupun giveaway mencurigakan.

Pelaku umumnya berupaya meyakinkan korban agar segera mengirim uang atau memberikan informasi penting tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Karena itu, masyarakat diminta tidak langsung mempercayai video maupun rekaman suara yang diterima, meskipun terlihat dan terdengar sangat asli.

Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat diimbau selalu melakukan verifikasi melalui panggilan telepon atau saluran komunikasi lain apabila menerima permintaan uang maupun data pribadi. Langkah tersebut penting untuk memastikan identitas pengirim dan kebenaran informasi yang diterima.

Selain itu, masyarakat diminta tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menerima pesan yang bersifat mendesak. Pelaku biasanya memanfaatkan kepanikan korban agar bertindak tanpa berpikir panjang.

Masyarakat juga dapat mengenali indikasi deepfake dengan memperhatikan kejanggalan pada video maupun suara, seperti gerakan bibir yang tidak sinkron, ekspresi wajah yang tampak kaku, atau intonasi suara yang terdengar tidak alami.

Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak untuk tetap kritis, selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum bertindak, serta membagikan edukasi ini kepada keluarga dan kerabat agar semakin banyak orang terhindar dari penipuan berbasis deepfake AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....