Biawak, Satpam Alami Lingkungan

  • 28 Jun 2026 22:18 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Keberadaan biawak di sekitar permukiman sering kali membuat masyarakat panik. Padahal, reptil ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama di kawasan yang masih memiliki ruang hijau dan aliran air.

Mengutip akun Instagram @cerita_alam_liar, biawak air asia merupakan predator oportunistik yang memangsa berbagai jenis hewan. Makanannya beragam, mulai dari ikan, katak, burung, telur, bangkai, hingga tikus yang sering menjadi hama di lingkungan manusia.

Kemampuan berburu tersebut membuat biawak dikenal sebagai pengendali populasi tikus alami. Dibandingkan perangkap atau racun, keberadaan biawak dapat membantu menekan jumlah tikus secara berkelanjutan tanpa menimbulkan dampak pencemaran.

Tak hanya itu, biawak juga berpengaruh terhadap keberadaan ular berbisa. Karena sama-sama memanfaatkan wilayah dan sumber makanan yang serupa, ular cenderung menghindari area yang telah dikuasai biawak.

Persaingan antarpredator tersebut membuat populasi ular di beberapa lokasi menjadi lebih sedikit. Meski tidak selalu memangsa ular, kehadiran biawak sudah cukup untuk mengurangi peluang ular menetap di kawasan yang sama.

Dalam rantai makanan, biawak juga berfungsi sebagai "petugas kebersihan" alami. Hewan ini kerap memakan bangkai sehingga membantu mempercepat proses penguraian dan mengurangi potensi penyebaran penyakit di lingkungan.

Para pemerhati satwa menilai bahwa keberadaan biawak menjadi salah satu indikator ekosistem yang masih berfungsi dengan baik. Selama tersedia habitat yang memadai, rantai makanan dapat berjalan secara alami dan populasi berbagai satwa tetap seimbang.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu menjaga jarak jika bertemu biawak di alam liar. Hewan ini umumnya tidak agresif terhadap manusia, tetapi dapat menyerang apabila merasa terancam atau diprovokasi.

Apabila biawak masuk ke dalam rumah atau berada di lokasi yang membahayakan, sebaiknya jangan mencoba menangkapnya sendiri. Hubungi petugas berwenang atau tim penyelamat satwa agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.

Alih-alih dianggap sebagai hama, biawak justru memiliki manfaat ekologis yang besar. Selama tidak mengganggu aktivitas manusia, keberadaan "satpam alami" ini layak dihargai sebagai bagian penting dari keseimbangan alam.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....