Huawei Bidik Produksi Chip 1,4 Nm pada 2031, Siap Tantang TSMC dan Samsung
- 29 Mei 2026 12:44 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Jakarta – Perusahaan teknologi asal China, Huawei, menargetkan mampu memproduksi chip semikonduktor berteknologi tinggi secara mandiri pada 2031. Target tersebut dinilai sebagai langkah ambisius perusahaan untuk mengejar dominasi industri chip global yang selama ini dipimpin produsen besar seperti Taiwan Semiconductor Manufacturing Company dan Samsung Electronics.
Dalam sebuah simposium teknologi di Shanghai, Huawei menyampaikan optimisme bahwa mereka dapat mengembangkan chip dengan kepadatan transistor setara proses fabrikasi 1,4 nanometer (nm). Teknologi tersebut diperkirakan akan menjadi standar generasi terbaru industri semikonduktor dunia dalam beberapa tahun mendatang.
Langkah itu menjadi perhatian karena Huawei selama beberapa tahun terakhir menghadapi tekanan berat akibat sanksi perdagangan dari Amerika Serikat. Sejak 2019, pembatasan ekspor teknologi membuat perusahaan tersebut kesulitan memperoleh akses terhadap perangkat dan teknologi produksi chip tercanggih yang digunakan perusahaan global lainnya.
Meski demikian, Huawei meyakini mampu mengejar ketertinggalan melalui pendekatan teknologi yang lebih efisien dan berbiaya kompetitif. Kepala Departemen Chip Huawei, He Tingbo, menyatakan perusahaan fokus menghadirkan solusi semikonduktor yang tidak hanya canggih, tetapi juga ekonomis untuk pasar.
Saat ini, industri semikonduktor China masih tertinggal dibanding produsen utama dunia. Salah satu perusahaan chip terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corporation (SMIC), diketahui baru mampu memproduksi chip dengan teknologi 7 nanometer yang digunakan pada ponsel pintar Huawei Mate 60.
Sementara itu, TSMC sebelumnya telah mengumumkan rencana produksi massal chip 1,4 nm pada 2028. Kondisi tersebut membuat Huawei diperkirakan masih membutuhkan waktu beberapa tahun untuk benar-benar menyamai kemampuan teknologi para pesaing globalnya.
Namun, ambisi Huawei dianggap menunjukkan keseriusan China dalam memperkuat kemandirian industri teknologi strategis, khususnya sektor semikonduktor yang kini menjadi pusat persaingan ekonomi dan geopolitik dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....