Fakta Menarik Kehamilan Sapi yang Jarang Diketahui

  • 28 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kehamilan sapi merupakan proses biologis yang sangat penting dalam dunia peternakan. Di balik proses tersebut, ternyata ada banyak fakta menarik yang sering tidak diketahui masyarakat umum. Mulai dari lamanya masa bunting hingga kemampuan tubuh sapi mempersiapkan anaknya sejak masih di dalam kandungan, semuanya menunjukkan bahwa reproduksi sapi adalah proses yang kompleks dan menakjubkan.

Salah satu fakta paling menarik adalah masa kehamilan sapi yang cukup panjang, yaitu sekitar 9 bulan atau rata-rata 280 hari. Lama kebuntingan ini hampir mirip dengan manusia.

Selama masa tersebut, tubuh induk sapi mengalami perubahan hormon, fisik, dan perilaku untuk mendukung pertumbuhan janin secara optimal. Jurnal Evaluasi Reproduksi Sapi Friesian Holstein pada Berbagai Paritas (2024) menjelaskan bahwa kondisi reproduksi induk sangat memengaruhi keberhasilan kebuntingan dan kesehatan anak sapi yang akan lahir.

Fakta lainnya, sapi bunting dapat menunjukkan perubahan perilaku yang cukup unik. Beberapa sapi menjadi lebih tenang, lebih sensitif, atau mengalami peningkatan nafsu makan.

Perubahan ini terjadi karena pengaruh hormon progesteron yang meningkat selama kebuntingan. Hormon tersebut membantu menjaga janin tetap berkembang dengan baik di dalam rahim.

Selain itu, janin sapi ternyata sudah mulai aktif bergerak sejak usia kebuntingan beberapa bulan. Peternak berpengalaman biasanya dapat melihat gerakan janin dari sisi perut induk menjelang akhir masa kebuntingan. Gerakan ini menandakan pertumbuhan otot dan sistem saraf anak sapi berkembang normal.

Menariknya lagi, sapi bunting membutuhkan nutrisi lebih tinggi dibandingkan sapi biasa. Induk sapi harus mendapatkan pakan kaya protein, energi, mineral, dan vitamin agar perkembangan janin berlangsung sempurna. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anak sapi lahir lemah atau bahkan meningkatkan risiko keguguran. Karena itu, manajemen pakan menjadi faktor penting dalam keberhasilan reproduksi ternak.

Menjelang kelahiran, tubuh sapi mulai memproduksi kolostrum, yaitu susu pertama yang kaya antibodi. Kolostrum sangat penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh pedet setelah lahir. Kualitas kolostrum sangat menentukan kesehatan awal anak sapi dan kemampuan bertahan hidupnya.

Fakta unik lainnya adalah sapi umumnya melahirkan hanya satu anak dalam satu kehamilan. Kasus kelahiran kembar memang bisa terjadi, tetapi jumlahnya relatif jarang. Kelahiran kembar pada sapi bahkan dapat meningkatkan risiko gangguan reproduksi maupun kesulitan saat proses melahirkan.

Kehamilan sapi juga menjadi indikator penting keberhasilan sistem reproduksi peternakan. Tingkat kebuntingan yang baik menunjukkan kondisi kesehatan ternak, kualitas pakan, dan manajemen peternakan berjalan optimal. Oleh sebab itu, peternak modern kini semakin memperhatikan pemeriksaan kebuntingan secara rutin agar kesehatan induk dan calon pedet tetap terjaga. (Nuri)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....