Awan Cumulus: Pengertian, Ciri-ciri, dan Potensi Bahayanya
- 29 Apr 2026 07:25 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Awan memiliki berbagai macam jenis, salah satunya yang besar dan berbentuk seperti kapas. Itulah awan cumulus, jenis awan yang paling sering terlihat di langit Indonesia sehari-hari.
Menurut BMKG, awan cumulus termasuk kelompok awan rendah bersama awan Stratus dan Stratocumulus. Awan jenis ini berpotensi menghasilkan hujan bagi wilayah di bawahnya.
BMKG juga mengenal istilah Dense Cloud, yakni awan cumulus yang tumbuh makin tinggi disebut Cumulus Congestus. Jenis ini juga berpotensi menurunkan hujan meski belum sekuat cumulonimbus.
BMKG memiliki produk khusus bernama Rapid Developing Cumulus Area (RDCA) untuk memantau awan cumulus. Produk ini mendeteksi awan cumulus yang berpotensi tumbuh menjadi cumulonimbus dalam satu jam ke depan.
Sementara itu, melansir laman resmi NOAA, awan cumulus terlihat seperti kapas putih menggembung dengan bagian bawah yang rata. Awan ini umumnya menjadi pertanda cuaca yang masih baik dan cerah.
Namun jika awan cumulus terus tumbuh makin besar dan gelap, kondisinya bisa berubah berbahaya. NOAA menyebut awan cumulonimbus yang tumbuh dari cumulus bisa memicu hujan deras hingga tornado.
Masyarakat diimbau waspada saat awan cumulus tiba-tiba tumbuh makin tinggi. Bagian bawah yang mulai menggelap bisa menjadi tanda cuaca buruk sedang mendekat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....