Harga RAM Masih Tinggi, Pengguna Tunda Upgrade Perangkat
- 24 Apr 2026 12:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Harga Random Access Memory (RAM) komputer masih belum menunjukkan penurunan signifikan sejak awal 2025 hingga memasuki kuartal kedua 2026. Kondisi ini membuat banyak pengguna, khususnya kreator digital dan gamer, memilih menunda peningkatan perangkat karena biaya yang dinilai belum ideal untuk investasi performa.
Sejumlah faktor global menjadi pemicu utama situasi tersebut, mulai dari keterbatasan pasokan chip memori hingga lonjakan permintaan untuk kebutuhan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, strategi produksi dari produsen besar seperti Samsung Electronics dan Micron Technology turut berperan dalam menjaga harga tetap berada di level tinggi.
| Baca juga: Kebiasaan Sepele Pemicu Kerusakan Ponsel |
Pengamat teknologi menilai bahwa permintaan dari sektor AI dan pusat data menjadi penyebab dominan. Server untuk komputasi AI membutuhkan kapasitas RAM besar, sehingga alokasi stok untuk pasar konsumen menjadi terbatas. “Industri AI menyerap suplai memori dalam jumlah masif, sehingga pasar ritel ikut terdampak,” ujarnya.
Di sisi lain, produsen juga dinilai sengaja mengontrol produksi agar tidak terjadi kelebihan pasokan seperti periode 2022–2023. Saat itu, harga sempat jatuh tajam akibat oversupply. “Produsen kini lebih berhati-hati agar harga tidak kembali anjlok,” katanya.
| Baca juga: Honor Andalkan Baterai Jumbo Rp2 Jutaan |
Faktor lain yang memengaruhi adalah transisi teknologi dari Double Data Rate (DDR)4 ke DDR5. RAM generasi terbaru tersebut masih dijual dengan harga relatif tinggi, sementara produksi DDR4 mulai dikurangi secara bertahap. Hal ini menciptakan celah harga yang membuat konsumen berada di posisi sulit untuk memilih.
Berdasarkan tren pasar, harga RAM diperkirakan masih stagnan atau naik tipis pada kuartal kedua hingga ketiga 2026. Penurunan harga baru berpotensi terjadi menjelang akhir tahun jika produksi meningkat, sementara stabilitas harga diprediksi lebih terlihat pada 2027 seiring adopsi DDR5 yang semakin luas.
Meski demikian, pengguna disarankan membeli RAM sesuai kebutuhan, bukan sekadar menunggu harga turun. Memanfaatkan momen diskon besar, mempertimbangkan DDR4, serta melakukan upgrade bertahap dapat menjadi strategi yang lebih rasional di tengah kondisi pasar yang belum pasti.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....