Gandeng Industri, Fapet UGM Kembangkan Later Cage-Free Berbasis Riset
- 23 Apr 2026 10:42 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Fakultas Peternakan (Fapet) UGM terus mengembangkan inovasi ayam petelur dengan sistem cage-free di kandang Pusat Unggulan Antar Perguruan Tinggi (PUAPT). Salah satunya dengan menjalin kerja sama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) pada Selasa, 21 April 2026.
Inisiatif ini menjadi tonggak baru dalam kemitraan jangka panjang antara JAPFA dan UGM yang telah terjalin sejak tahun 2003. Kolaborasi tersebut secara bertahap berkembang melalui berbagai inisiatif, mulai dari pembangunan Teaching Farm, hibah laboratorium pascapanen berkapasitas 20.000 ekor ayam pada 2017, hingga pengembangan kandang closed house pada 2019.
Kini, sinergi tersebut berlanjut melalui penguatan sistem peternakan berbasis kesejahteraan hewan (animal welfare) melalui pendekatan cage-free. Dekan Fapet UGM Prof. Budi Guntoro menyampaikan apresiasi atas kerjsama dalam mendukung pengembangan akademik dan riset ini.
“Fasilitas layer cage-free ini menjadi pusat inovasi akademis yang memberikan manfaat nyata bagi dunia pendidikan dan masyarakat. Mahasiswa dapat belajar langsung mengenai praktik terbaik dalam kesejahteraan hewan, sehingga menghasilkan riset yang relevan dengan kebutuhan industri peternakan ke depan,” katanya.
Budi menambahkan hibah ayam petelur cage-free ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk mendukung kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan di lingkungan akademik. Hibah ayam cage-free ini tidak hanya menjadi sarana produksi, tetapi juga fasilitas penelitian untuk mengkaji metode pemeliharaan ayam yang paling efektif dan berkelanjutan.
Arif Widjaja, COO Poultry Indonesia JAPFA menyampaikan bahwa fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi. Namun, juga sebagai laboratorium hidup (living laboratory) untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi peternakan.
“Pada tahap awal, kami menargetkan populasi 1.500 ayam petelur dengan potensi produksi sekitar 1.275 telur per hari. JAPFA juga memberikan dukungan berupa pakan berkualitas serta sistem monitoring pertumbuhan dan kesehatan ternak,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi Arief Setiawan Budi Nugroho menegaskan kolaborasi antara perguruan tinggi dengan dunia industri merupakan sebuah kebutuhan. Ia mengatakan hibah ayam petelur sistem cage-free bisa memacu pengembangan riset dan laboratorium terutama bagi mahasiswa Fapet UGM.
“Pemerintah saat ini fokus dalam pengembangan ketahanan pangan. Harapannya nanti bisa turut meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....