Indonesia Bangun Pabrik Bioetanol baru di Lampung

  • 21 Apr 2026 23:34 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID - Gorontalo, Pemerintah Indonesia bersama Pertamina melalui unit New & Renewable Energy, serta mitra internasional Toyota Tsusho, berencana membangun pabrik bioetanol baru di Lampung. Proyek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat energi terbarukan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).

Konstruksi pabrik ditargetkan mulai pada 2026, dengan operasi awal dilakukan secara bertahap pada kuartal III hingga IV di tahun yang sama. Pabrik ini dirancang memiliki kapasitas produksi awal mencapai 60.000 kiloliter bioetanol per tahun.

Pengembangan ini didorong oleh kebijakan mandatori energi pemerintah, khususnya roadmap pencampuran bioetanol ke dalam bensin. Program tersebut menargetkan penerapan campuran E5 pada 2026–2027, yang kemudian akan ditingkatkan menjadi E10 mulai 2028.

Dari sisi teknologi, proyek ini akan mengadopsi bioetanol generasi kedua (2G) berbasis multi-feedstock. Artinya, bahan baku yang digunakan tidak hanya satu jenis, melainkan berbagai biomassa seperti tebu, jagung, dan sorgum. Pendekatan ini dinilai lebih fleksibel dan berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan produksi.

Selain pembangunan fasilitas utama, proyek ini juga mencakup penguatan rantai pasok bahan baku di wilayah produksi, terutama di Lampung yang dikenal memiliki basis pertanian yang kuat. Langkah ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan industri bioetanol nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kolaborasi antara BUMN dan investor global ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan ekosistem energi alternatif di Indonesia, sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....