Cara Menjaga Kesehatan Kuku di Balik Keindahan Nail Art
- 19 Apr 2026 17:01 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Tren menghias kuku atau nail art kini telah menjadi bagian dari gaya hidup untuk menunjang kepercayaan diri. Mulai dari penggunaan kutek gel hingga kuku palsu, beragam gaya ditawarkan untuk mempercantik jemari.
Namun, di balik keindahannya, prosedur kecantikan yang dilakukan secara terus-menerus dapat berdampak pada kekuatan alami kuku jika tidak dibarengi dengan perawatan yang tepat. Salah satu risiko utama dari penggunaan produk kuku adalah penipisan lempeng kuku.
| Baca juga: Skill yang Perlu Dimiliki di Era Digital |
Mengutip panduan kesehatan dari American Academy of Dermatology (AAD), paparan sinar ultraviolet (UV) yang digunakan untuk mengeringkan kutek gel secara berulang dapat merusak sel-sel kulit di sekitar kuku. Oleh karena itu, penggunaan tabir surya (sunscreen) pada tangan sebelum melakukan proses penyinaran sangat disarankan untuk mencegah penuaan dini dan kerusakan kulit.
Selain perlindungan luar, kelembapan menjadi kunci utama agar kuku tidak mudah patah atau rapuh. Berdasarkan ulasan medis dari Harvard Health Publishing, zat kimia seperti aseton yang digunakan untuk menghapus kutek dapat menghilangkan minyak alami kuku secara drastis. Untuk mengatasinya, penggunaan minyak kutikula atau pelembap berbahan dasar petroleum jelly secara rutin dapat membantu mengunci hidrasi dan menjaga fleksibilitas kuku.
Kebersihan alat yang digunakan di salon juga menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Pastikan setiap peralatan telah disterilisasi dengan benar untuk menghindari infeksi jamur atau bakteri. Menurut Mayo Clinic, infeksi sering kali terjadi ketika kutikula dipotong terlalu dalam atau robek, yang seharusnya berfungsi sebagai pelindung alami terhadap kuman. Sebaiknya, cukup dorong kutikula ke belakang secara perlahan tanpa harus menghilangkannya sepenuhnya.
Penting juga bagi para pencinta nail art untuk memberikan waktu istirahat atau nail break. Memberikan jeda selama satu hingga dua minggu tanpa produk kimia apa pun memungkinkan kuku untuk memperbaiki diri secara alami. Selama masa istirahat ini, kuku dapat menyerap nutrisi dan oksigen lebih baik, sehingga kembali kuat sebelum kembali dihias dengan tren warna terbaru.
Nutrisi dari dalam tubuh turut memegang peranan krusial dalam menjaga kesehatan kuku jangka panjang. Merujuk pada publikasi Cleveland Clinic, konsumsi makanan yang kaya akan biotin, protein, dan zat besi sangat membantu pertumbuhan kuku yang sehat. Air putih yang cukup juga berperan dalam menjaga kuku tetap terhidrasi dari dalam, mencegahnya menjadi kering dan kusam.
Tampil cantik dengan memakai nail art tentu sah-sah saja asalkan tetap mengutamakan aspek kesehatan. Dengan melakukan perawatan yang seimbang antara estetika dan perlindungan medis, keindahan kuku Anda akan bertahan lebih lama tanpa merusak jaringan alaminya. Cantik itu penting, namun kuku yang sehat tetap menjadi fondasi utamanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....