Siswa SMAN CMBBS Sabet Emas YISF lewat Inovasi Biodiesel Jelantah
- 17 Apr 2026 22:40 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang — Inovasi pengolahan minyak jelantah menjadi biodiesel mengantarkan siswa SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) meraih medali emas dalam Youth International Science Fair (YISF) 2026 di Yogyakarta. Hal tersebut disampaikan oleh tim peneliti Intelecta SMAN CMBBS dalam program Sore Ceria bersama RRI Pro 2 Banten, Jumat, 17 April 2026.
Penelitian tersebut mengangkat pemanfaatan limbah minyak goreng yang dikombinasikan dengan minyak atsiri kencur untuk meningkatkan kualitas biodiesel B50. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas isu keterbatasan bahan bakar fosil serta tingginya limbah rumah tangga.
Salah satu peneliti, Rakha Arkana Hanania menjelaskan, ide penelitian ini berawal dari keresahan terhadap semakin menipisnya bahan bakar fosil serta banyaknya limbah minyak jelantah yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penggunaan kencur bertujuan untuk meningkatkan kualitas biodiesel, seperti menurunkan viskositas, mencegah korosi, serta menghasilkan emisi yang lebih ramah lingkungan.
“Kami melihat minyak jelantah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi energi terbarukan. Dari situ kami mencoba mengembangkan biodiesel dengan tambahan minyak atsiri kencur sebagai bahan aditif,” ujarnya.
Sementara itu, anggota tim lainnya, Virgia Kamaluna Nasrullah mengungkapkan bahwa proses penelitian tidak selalu berjalan mulus. Keraguan sempat muncul di awal, namun perlahan terjawab seiring proses riset yang dilakukan bersama tim. “Awalnya kami sempat ragu apakah penelitian ini bisa berhasil. Tapi setelah dijalani dan diuji, kami mulai percaya bahwa inovasi ini punya potensi besar,” ujarnya.
Proses penelitian dilakukan selama beberapa bulan, mulai dari tahap pencarian ide, studi literatur, hingga pengujian laboratorium. Tim juga melakukan berbagai uji, seperti viskositas, densitas, dan uji nyala untuk memastikan kualitas produk.
Rakha mengakui, dalam prosesnya tim menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan waktu hingga kendala teknis saat eksperimen. Namun, kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan. “Kami sempat ragu di awal, tapi dengan diskusi dan kerja sama tim, akhirnya kami bisa membuktikan bahwa inovasi ini memiliki potensi untuk dikembangkan,” katanya.
Selain itu, Rayno Fathir Qurniawan menambahkan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari sekolah hingga keluarga. “Dukungan dari guru, sekolah, dan orang tua menjadi penyemangat kami untuk terus menyelesaikan penelitian ini hingga akhirnya bisa meraih hasil terbaik,” ucapnya.
Inovasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif energi terbarukan di masa depan, sekaligus solusi pengelolaan limbah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....