Mantan Kapolda DIY Wahyu Saronto Ingatkan Pentingnya Regenerasi Pemimpin
- 10 Apr 2026 14:51 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Mantan Kapolda DIY sekaligus Dewan Penyantun Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Irjen Pol (Purn) Yohanes Wahyu Saronto mengingatkan pentingnya regenerasi pemimpin. Hal itu disampaikan dalam acara bedah buku karyanya berjudul "Pemimpin Kekinian dan Visioner: Pentingnya Regenerasi" yang berlangsung di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono UKDW, Kamis, 9 April 2026.
Wahyu Saronto menyoroti pentingnya memahami konsep kepemimpinan nasional yang tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi juga melibatkan peran para ahli di balik pengambilan kebijakan. Ia juga mengatakan regenerasi pemimpin harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika serta kemampuan membangun komitmen.
"Satu hal yang bagi saya sangat penting adalah regenerasi. Yang seharusnya kita pikirkan adalah kita menyempurnakan dengan etika yang baik. Berbicara soal leadership sebetulnya hanya ada tiga, salah satunya kita harus mampu membangun komitmen daripada followers kita," ujar Wahyu Saronto.
Selain itu dalam bukunya, ia juga menilai pemimpin masa depan harus adaptif terhadap perkembangan teknologi, seperti Artificial Intelligence (AI) dan big data. Sementara pembahas buku, Romo Albertus Bagus Laksono, menilai buku karya Wahyu Saronto memiliki keunggulan karena mengulas berbagai bidang, terutama pendidikan.
"Salah satu keunggulan buku ini membahas banyak bidang, antara lain memang bidang pendidikan," kata Romo Bagus.
Ia juga menyoroti fenomena yang disebutnya sebagai "intelektual priyayi", yakni kecenderungan mengejar gelar akademik tinggi melalui jalan pintas demi status sosial, tanpa diiringi kejujuran intelektual. Menurutnya, kejujuran intelektual menjadi kunci dalam menjaga kualitas pendidikan sekaligus mencetak pemimpin yang berintegritas.
"Sebetulnya kan profesi professional, tetapi kemudian dipakai oleh kelas priyayi untuk mempertahankan diri. Nah, maka apa yang dikatakan Pak Wahyu dalam bukunya, kejujuran intelektual menjadi peringatan penting bagi dunia pendidikan, khususnya perguruan tinggi," ucapnya.
Buku setebal 174 halaman yang diterbitkan Penerbit ANDI itu juga memuat pentingnya keberanian mengambil keputusan dalam kondisi keterbatasan data, dengan mengandalkan pengalaman dan ketajaman intuisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....