Kecanggihan di Era Digital Bisa Membuat Wajah Palsu, Waspadalah!

  • 21 Mar 2026 21:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe : Teknologi kini bisa memalsukan wajah siapa saja, hasilnya tampak nyata dan sangat meyakinkan. Deepfake adalah manipulasi video berbasis kecerdasan buatan, seperti wajah seseorang bisa diganti wajah orang lain.

Teknologi ini muncul pertama kali tahun 2017 yang awalnya dipakai untuk menyebar konten tidak senonoh. Kini deepfake dipakai untuk menipu dan memfitnah, banyak tokoh publik pernah menjadi korbannya.

Video palsu politisi bisa memicu kerusuhan sosial, bisa membuat kepercayaan publik pun menjadi mudah goyah. Indonesia yang tidak luput dari ancaman deepfake ini dari wajah artis pernah dipakai untuk iklan bodong.

Kerugian finansial korban deepfake bisa sangat besar. Reputasi seseorang bisa hancur dalam hitungan jam.

Ada tanda-tanda deepfake yang bisa diperhatikan dari gerakan mata dan bibir sering tampak aneh. Pencahayaan wajah yang ganjil patut dicurigai dan harus selalu verifikasi video dari sumber yang terpercaya.

Literasi digital adalah pertahanan terbaik kita sekarang. Jangan bagikan video tanpa memeriksa kebenarannya dulu.

Upaya paling dasar pencegahan dan penanganan wajah palsu (deepfake) adalah membuat masyarakat lebih sadar dan kritis terhadap konten digital. Tujuannya agar masyarakat tidak mudah tertipu oleh video atau gambar palsu yang terlihat meyakinkan.

Teknologi juga bisa digunakan untuk melawan teknologi itu sendiri yang manfaatnya membantu pengguna mengidentifikasi apakah suatu konten asli atau hasil manipulasi. Dengan cara :

1. Software pendeteksi manipulasi wajah berbasis AI

2. Sistem analisis gerakan wajah, pencahayaan, dan suara

3. Platform digital (media sosial) yang otomatis menandai konten mencurigakan

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....