Program Pascasarjana Jantung Intelektual Kampus

  • 28 Feb 2026 06:17 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Program pascasarjana di perguruan tinggi, dinilai sebagai jantung intelektual kampus. Sebab, program ini memegang peran utama dalam produksi riset, publikasi ilmiah, dan kepemimpinan akademik.

Penguatan pascasarjana di perguruan tinggi swasta Indonesia, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ’Aisyiyah (PTMA), menjadi langkah strategis. Agar, kampus menjadi pusat produksi gagasan, riset, dan kepemimpinan intelektual.

Wakil Rektor UMY Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan Profesor Faris Al-Fadhat berpendapat, perguruan tinggi akan sulit membangun daya saing global, jika tidak melakukan penguatan di program Pascasarjana.

Namun yang terjadi selama ini, posisi strategis program pascasarjana kerap disalahpahami. Sehingga, cenderung diperlakukan hanya sebagai kelanjutan jenjang sarjana dan bukan sebagai penentu reputasi institusi di tingkat nasional dan global.

”Pascasarjana tidak boleh diperlakukan sekadar sebagai perpanjangan strata sarjana,” ucapnya, Sabtu, 28 Februai 2026. ”Karena di sinilah pusat produksi pengetahuan, riset, dan kepemimpinan akademik di level kampus.”

Ia menegaskan, penguatan pascasarjana menjadi kunci bagi PTMA untuk tampil berbeda di tengah dominasi perguruan tinggi negeri (PTN). Dan kampus asing yang semakin agresif membuka program magister dan doktoral.

Keunggulan PTMA, lanjut Faris, terletak pada fondasi nilai yang kuat melalui paradigma kampus profetik. Dalam paradigma ini, ilmu pengetahuan tidak diposisikan sebagai entitas yang bebas nilai, tetapi harus berpihak pada kemanusiaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....