Malware Keenadu Menginfeksi Ribuan Perangkat Android
- 25 Feb 2026 12:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Perusahaan keamanan siber Kaspersky menemukan malware Android baru bernama Keenadu yang dapat terpasang sejak perangkat masih baru. Malware ini dilaporkan menyebar melalui berbagai cara, mulai dari tertanam di firmware perangkat, disisipkan dalam aplikasi sistem, hingga didistribusikan melalui toko aplikasi resmi seperti Google Play.
Hingga Februari 2026, solusi keamanan seluler Kaspersky mendeteksi lebih dari 13.000 perangkat terinfeksi Keenadu. Jumlah korban terbanyak tercatat di Rusia, Jepang, Jerman, Brasil, dan Belanda, meski sejumlah negara lain juga terdampak.
Dalam beberapa varian, Keenadu tertanam langsung di firmware tablet Android pada tahap produksi. Pada bentuk ini, malware berfungsi sebagai backdoor penuh yang memberi pelaku kendali tanpa batas atas perangkat korban, termasuk memasang aplikasi dari file APK dan memberikan berbagai izin akses.
Dilansir dari kaspersky.com, Malware tersebut juga mampu mengakses data sensitif seperti pesan, media, kredensial perbankan, hingga lokasi pengguna. Bahkan, Keenadu dilaporkan dapat memantau kueri pencarian yang dimasukkan pengguna ke peramban Chrome, termasuk dalam mode penyamaran.
Pada varian lain, Keenadu disematkan dalam aplikasi sistem dengan hak akses tinggi. Meski tidak sepenuhnya menginfeksi semua aplikasi, malware tetap dapat memasang aplikasi tambahan tanpa sepengetahuan pengguna. Dalam beberapa kasus, Keenadu ditemukan di aplikasi sistem pengenal wajah dan aplikasi layar utama perangkat.
Kaspersky juga menemukan aplikasi smart home camera di Google Play yang terinfeksi Keenadu dan telah diunduh lebih dari 300 ribu kali. Aplikasi tersebut kini telah dihapus dari Google Play Store. Dalam skenario ini, malware dapat membuka tab peramban tak terlihat untuk mengakses situs tertentu tanpa diketahui pengguna.
Peneliti keamanan Kaspersky, Dmitry Kalinin, menyatakan malware prapasang menjadi ancaman serius karena perangkat bisa terinfeksi sejak awal tanpa tindakan pengguna. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap tahap produksi perangkat untuk mencegah kompromi firmware.
Kaspersky mengingatkan pengguna untuk memasang solusi keamanan terpercaya guna mendeteksi ancaman semacam ini. Kasus Keenadu menunjukkan risiko yang muncul tidak hanya dari aplikasi pihak ketiga, tetapi juga dari potensi celah dalam produksi perangkat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....