AI Google Bantu Cegah Aplikasi Malware di Play Store

  • 23 Feb 2026 10:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Google melaporkan penurunan jumlah aplikasi berbahaya yang mencoba masuk ke Play Store Google Play sepanjang 2025. Perusahaan menyebut tren ini sebagai dampak dari peningkatan investasi pada sistem keamanan proaktif dan teknologi kecerdasan buatan (AI).

Dilansir dari techcrunch.com, dalam laporan keamanan ekosistem aplikasi Android terbaru, Google menyatakan telah mencegah 1,75 juta aplikasi yang melanggar kebijakan untuk dipublikasikan pada 2025. Angka tersebut menurun dibandingkan 2,36 juta pada 2024 dan 2,28 juta pada 2023.

Google juga menindak lebih dari 80 ribu akun pengembang yang mencoba menerbitkan aplikasi berbahaya. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 158 ribu akun pada 2024 dan 333 ribu akun pada 2023.

Perusahaan menjelaskan bahwa berbagai inisiatif seperti verifikasi pengembang, pemeriksaan pra-rilis wajib, dan persyaratan pengujian telah memperketat standar masuk ke ekosistem Google Play. Google kini menjalankan lebih dari 10 ribu pemeriksaan keamanan terhadap setiap aplikasi sebelum dan sesudah dipublikasikan.

Teknologi AI generatif juga telah diintegrasikan dalam proses peninjauan aplikasi untuk membantu pendeteksian pola berbahaya yang lebih kompleks. Google menyatakan akan terus meningkatkan investasi AI pada 2026 guna menghadapi ancaman siber yang terus berkembang.

Selain itu, Google mengklaim telah mencegah lebih dari 255 ribu aplikasi memperoleh akses berlebihan terhadap data sensitif pengguna. Perusahaan juga memblokir sekitar 160 juta ulasan dan peringkat spam guna menjaga integritas penilaian aplikasi.

Sementara itu, sistem pertahanan Android, Google Play Protect, mendeteksi lebih dari 27 juta aplikasi berbahaya baru di luar Play Store. Peningkatan temuan ini mengindikasikan bahwa pelaku kejahatan siber kini lebih sering menyasar distribusi aplikasi di luar toko resmi.

Google menegaskan komitmennya untuk memperkuat perlindungan pengguna Android melalui kombinasi teknologi AI dan pengawasan berlapis. Meski jumlah aplikasi bermasalah menurun di Play Store, ancaman keamanan digital tetap menjadi perhatian utama di tengah pesatnya pertumbuhan ekosistem aplikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....