Sekali Prompt, Jadi Film? Hollywood Resah
- 20 Feb 2026 22:55 WIB
- Bogor
RRI.CO.ID, Bogor - Seedance 2.0 disebut-sebut sebagai lompatan besar teknologi video AI dan memicu kekhawatiran industri film global. Model kecerdasan buatan penghasil video ini dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal China, ByteDance, induk TikTok, dan ramai diperbincangkan sejak pertengahan 2025.
Seedance pertama kali diluncurkan pada Juni 2025, namun versi 2.0 yang hadir kemudian memicu perhatian luas. Mengutip laporan BBC News, praktisi kreatif Jan-Willem Blom dari studio Videostate menyebut hasil video dari Seedance terlihat seperti “keluaran jalur produksi nyata”, bukan sekadar eksperimen AI. Pernyataan tersebut dikutip BBC dalam laporan mengenai dampak Seedance terhadap industri film global.
Menurut peneliti etika AI Margaret Mitchell, kemampuan Seedance menggabungkan teks, visual, dan audio dalam satu sistem terpadu merupakan pencapaian teknis yang sangat mengesankan. Dalam beberapa kasus, hanya dengan satu perintah teks sederhana, sistem ini mampu menghasilkan adegan sinematik lengkap dengan dialog dan efek suara.
Konten-konten buatan AI yang menampilkan karakter populer seperti Spider-Man pun viral di internet. Hal ini memicu protes dari studio besar Hollywood. Mengacu pada laporan Reuters, The Walt Disney Company dan Paramount Pictures disebut telah menyampaikan keberatan terkait dugaan pelanggaran hak cipta atas penggunaan karakter berlisensi tanpa izin resmi.
Peneliti komputasi dari University of Melbourne, Shaanan Cohney, menilai ada kemungkinan perusahaan teknologi “membengkokkan aturan secara strategis” demi mendapatkan momentum pasar lebih cepat. Pernyataan ini mempertegas bahwa polemik bukan hanya soal teknologi, tetapi juga etika dan regulasi.
Di sisi lain, pelaku industri kreatif skala kecil melihat peluang besar. David Kwok dari Tiny Island Productions, menyatakan teknologi seperti Seedance dapat membantu studio independen memproduksi adegan kompleks yang sebelumnya mustahil secara finansial. AI dinilai berpotensi mendemokratisasi produksi film.
Kemunculan Seedance 2.0 kembali menempatkan teknologi AI China dalam sorotan global, menyusul sebelumnya model AI seperti DeepSeek juga menarik perhatian pasar internasional. Sejumlah laporan media internasional menilai perkembangan ini menandakan model AI China mulai menyamai, bahkan menantang, dominasi teknologi Barat di sektor kreatif digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....