Sepekan Mengabdi, Mahasiswa Unimal Bangkitkan Semangat Belajar SDN 1 L
- 14 Feb 2026 19:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Utara - Lumpur sisa banjir mungkin masih membekas di sudut-sudut ruang kelas, namun semangat belajar di SD Negeri 1 Langkahan kembali menyala. Di tengah suasana pascabencana yang sempat melumpuhkan aktivitas sekolah, Kelompok 5 Mahasiswa KKN Relawan Teknik Industri Universitas Malikussaleh hadir membawa harapan baru.
Selama satu minggu penuh, sejak 5 hingga 13 Februari 2026, para mahasiswa mengabdikan diri untuk membantu memulihkan proses belajar mengajar yang terdampak banjir. Mereka tak sekadar datang sebagai relawan, tetapi sebagai penyemangat bagi anak-anak yang sempat kehilangan keceriaan akibat musibah.

Setiap pagi, ruang kelas yang sebelumnya terasa muram perlahan berubah menjadi lebih hidup. Mahasiswa membantu guru menyampaikan materi pelajaran dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan. Metode belajar sambil bermain (game-based learning) diterapkan agar siswa kembali antusias mengikuti pelajaran. Tawa anak-anak pun kembali terdengar, menggantikan rasa cemas yang sempat menghantui.
Tak hanya fokus pada pembelajaran akademik, tim relawan juga berupaya memulihkan kondisi psikososial siswa. Mereka mengajak anak-anak berdiskusi ringan, bermain edukatif, hingga memberikan motivasi agar tetap semangat meski rumah dan lingkungan mereka sempat terendam banjir.

Di luar jam pelajaran, para mahasiswa turut bergotong royong bersama pihak sekolah. Bangku dan meja yang sebelumnya berserakan ditata kembali. Sisa material banjir dibersihkan. Buku-buku perpustakaan yang masih layak pakai diselamatkan dan dirapikan. Bahkan, siswa juga diberi pemahaman sederhana tentang langkah-langkah mitigasi jika banjir kembali terjadi.
Kepala SDN 1 Langkahan, Nurlela Wati, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kontribusi mahasiswa Unimal.
“Kehadiran kakak-kakak mahasiswa memberikan warna baru di sekolah kami. Anak-anak yang tadinya lesu karena rumahnya kebanjiran, sekarang mulai bersemangat kembali ke sekolah,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini merupakan wujud nyata pengamalan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Meski berasal dari disiplin Teknik Industri, mereka membuktikan bahwa empati dan kepedulian sosial adalah bagian penting dari keilmuan.
“Melihat senyum anak-anak kembali mengembang adalah pencapaian terbesar kami. Pemulihan pascabencana bukan hanya soal bangunan, tetapi memastikan masa depan mereka tetap terjaga,” ungkap Reyzan Fahlevi, anggota KKN Relawan Teknik Industri Unimal.
Kegiatan yang berakhir penuh haru itu menjadi bukti bahwa gotong royong mampu mengubah duka menjadi kekuatan. Sinergi antara mahasiswa dan pihak sekolah menghadirkan energi positif bagi pemulihan pendidikan di desa tersebut.
Masa depan Aceh Utara ada di tangan anak-anak ini. Dan memastikan mereka terus belajar, bahkan setelah bencana, adalah investasi terbaik untuk kebangkitan yang sesungguhnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....