LLDIKTI V Dorong Kampus Bertransformasi Hadapi Tantangan Pendidikan

  • 29 Jan 2026 21:49 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Ketua LLDIKTI Wilayah V Setyabudi Indartono, menegaskan bahwa tantangan dunia pendidikan tinggi ke depan tidak lagi sekadar menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat belajar-mengajar. Menurutnya, kampus dituntut terus bertransformasi mengikuti perkembangan peran universitas, mulai dari University 1.0 hingga University 4.0.

Setyabudi menjelaskan, University 1.0 masih berfokus pada proses belajar mengajar, sementara University 2.0 dituntut mampu mengembangkan riset secara berkelanjutan. Selanjutnya, pada level University 3.0, perguruan tinggi diharapkan menjadi entrepreneur university yang memiliki daya tahan sekaligus daya jual. Adapun University 4.0 menempatkan kampus sebagai penggerak utama perubahan sosial.

“University 4.0 ini menuntut kampus-kampus kita menjadi mesin bagi perubahan-perubahan sosial. Karena itu, kami sangat berharap UKDW dapat menjadi salah satu penggerak kampus di Yogyakarta sekaligus lokomotif kembalinya Yogyakarta sebagai kota pendidikan,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam gelearan pengukuhan salah satu Guru Besar UKDW.

Ia juga mengakui, perguruan tinggi, khususnya swasta, saat ini menghadapi berbagai tantangan yang tidak ringan. Untuk itu, Setyabudi mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan tinggi agar terus memperkuat kolaborasi.

“Kita tahu bersama bahwa berbagai problematika perguruan tinggi sekarang kita hadapi dengan luar biasa. Mari kita bergandengan tangan dan berjuang bersama. Dengan semangat kebersamaan, kami menargetkan pada 2028 nanti capaian program studi unggul meningkat dari 26,5 persen pada 2024 menjadi 51,15 persen,” katanya.

Lebih lanjut, Setyabudi turut mengingatkan pentingnya menjaga integritas akademik di tengah meningkatnya jumlah publikasi dan produk riset. Ia menyebut, peringatan dari research integrity index harus menjadi perhatian serius seluruh civitas akademika.

“Jangan sampai riset-riset, aplikasi-aplikasi, termasuk juga hasil-hasil keluaran-keluaran yang lain bermasalah. Oleh karena itu, semangat meningkatkan publikasi dan riset harus tetap dibarengi dengan komitmen menjaga integritas sebagai akademisi,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....