Bersyukur dan Bahagia Atas Nikmat Allah
- 24 Jan 2026 14:16 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Bersyukur dan berbahagia sering dianggap hal yang sama, padahal keduanya punya makna yang saling melengkapi. Bersyukur itu soal menyadari nikmat Allah SWT, sekecil apa pun yang kita terima. Sementara bahagia adalah rasa lapang dan tenang yang tumbuh di hati saat kita menerima hidup dengan ikhlas.
Disadur dari Quraish Shihab. (2014). Wawasan Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati, dalam kehidupan sehari-hari, bersyukur bisa dimulai dari hal sederhana. Bangun pagi dengan tubuh sehat, masih bisa makan, bekerja, dan berkumpul bersama keluarga, itu semua nikmat. Saat kita terbiasa menyebut dan mengingat nikmat tersebut, hati jadi lebih tenang dan tidak mudah mengeluh.
Menariknya, rasa syukur sering kali melahirkan kebahagiaan yang lebih dalam. Bukan bahagia karena harta atau pujian, tapi bahagia karena merasa cukup. Orang yang bersyukur tidak mudah iri, karena fokusnya bukan pada apa yang tidak dimiliki, tapi pada apa yang sudah Allah titipkan.
Dalam ajaran Islam, bersyukur juga menjadi jalan untuk menambah nikmat. Allah SWT menjanjikan bahwa siapa yang bersyukur, nikmatnya akan ditambah. Ini bukan hanya soal materi, tapi juga ketenangan batin, kesehatan, dan hubungan yang lebih baik dengan sesama.
Pada akhirnya, bersyukur dan berbahagia adalah pilihan sikap hidup. Saat kita belajar mensyukuri nikmat Allah SWT dengan tulus, kebahagiaan akan datang dengan sendirinya. Hidup pun terasa lebih ringan, karena dijalani dengan hati yang penuh rasa terima kasih.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....