Harga Emas Pegadaian dan Antam Kompak Terkoreksi

  • 17 Jan 2026 09:13 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Setelah sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada awal pekan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) akhirnya mengalami koreksi teknis dan menunjukkan tren penurunan dalam dua hari terakhir. Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia pada perdagangan Sabtu, 17 Januari 2026, harga emas Antam berada di posisi Rp2.585.000 per gram.

Penurunan ini terjadi secara bertahap sejak Jumat kemarin, setelah sebelumnya harga emas sempat bertahan di atas level Rp2,6 juta per gram. Secara akumulatif, harga emas telah terpangkas sebesar Rp46.000 per gram dalam waktu 48 jam terakhir.

Sejalan dengan harga jual, harga pembelian kembali atau buyback oleh Antam juga mengalami penyusutan menjadi Rp2.438.000 per gram. Pelemahan harga ini dipicu oleh aksi ambil untung (profit taking) yang dilakukan oleh investor global menyusul penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS).

Di pasar internasional, indeks dolar merangkak naik setelah rilis data ekonomi AS menunjukkan inflasi yang mulai terkendali, sehingga memberikan ruang bagi Bank Sentral AS untuk menunda pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Kondisi ini membuat emas, yang merupakan aset tanpa imbal hasil, menjadi kurang menarik dalam jangka pendek dibandingkan dengan aset berbasis dolar.

Kondisi serupa juga terpantau di gerai Pegadaian dalam dua hari terakhir. Analisis perdagangan di Pegadaian menunjukkan adanya penyesuaian harga yang signifikan untuk emas jenis Antam, UBS, maupun Galeri 24. Emas UBS berukuran 1 gram di Pegadaian kini dibanderol di kisaran Rp2.540.000, turun cukup dalam dibandingkan harga pertengahan pekan lalu.

Meskipun terjadi penurunan harga, volume transaksi di Pegadaian justru menunjukkan peningkatan pada sisi pembelian. Masyarakat memanfaatkan momentum koreksi harga ini untuk melakukan investasi atau menambah portofolio emas mereka dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan awal pekan.

Analis pasar komoditas menilai bahwa penurunan dalam dua hari terakhir ini merupakan fase konsolidasi yang wajar setelah reli panjang yang terjadi sejak awal tahun 2026. Penurunan harga di Pegadaian dan Antam diprediksi masih bersifat fluktuatif, tergantung pada rilis data ekonomi global di awal pekan mendatang. Bagi nasabah Pegadaian yang menggunakan fitur Tabungan Emas, penurunan harga ini sering kali dijadikan kesempatan untuk melakukan top-up saldo.

Secara keseluruhan, meski dalam jangka pendek mengalami pelemahan, emas diprediksi tetap memiliki prospek positif di tahun 2026 ini karena ketidakpastian geopolitik yang masih menyelimuti pasar global, sehingga potensi pembalikan harga menuju tren penguatan kembali masih sangat terbuka lebar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....