Indonesia Kaji Rencana Pembangunan Pusat Kebudayaan Palestina di Yerusalem

  • 16 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia membuka peluang mendirikan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem sebagai bentuk dukungan terhadap pemulihan dan pelestarian identitas budaya Palestina.
  • Kerja sama budaya Indonesia-Palestina akan dikaji lebih lanjut, mencakup pusat kebudayaan, produksi film bersama, pameran seni, serta penerjemahan karya sastra Palestina.
  • Indonesia juga menjajaki pendirian Museum Perjuangan Palestina di TMII untuk memperkenalkan sejarah, seni, tradisi, dan warisan budaya Palestina kepada masyarakat Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah Indonesia membuka peluang ikut mendirikan pusat kebudayaan Palestina di Yerusalem. Rencana itu menjadi bagian dari upaya memulihkan identitas budaya Palestina yang terancam akibat konflik berkepanjangan.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon saat menghadiri International Conference on Reconstruction of Cultural Sector. Acara tersebut berlangsung di Madrid, Spanyol, pada 15–16 Juli 2026.

Ia mengatakan Indonesia akan mempelajari proposal yang diajukan Pemerintah Palestina. Hal itu dilakukan sebelum menentukan bentuk dukungan dan kerja sama yang akan diberikan.

"Kami menyambut baik gagasan pendirian pusat kebudayaan tersebut dan akan mendalami berbagai peluang kerja sama. Agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pelestarian kebudayaan Palestina," katanya dalam dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Palestina mengusulkan pendirian Cultural Centre Indonesia-Palestine di Yerusalem. Tempat itu dirancang menjadi ruang berkumpul, berkarya, dan berekspresi bagi masyarakat Palestina di Yerusalem dan Tepi Barat.

Menteri Kebudayaan Palestina, Emad Al-Din Hamdan mengatakan konflik tidak hanya merenggut nyawa, tetapi mengancam keberlanjutan identitas budaya Palestina. "Pemulihan sektor kebudayaan membutuhkan strategi, tahapan kerja, dan dukungan pendanaan yang berkelanjutan dari masyarakat internasional," ucapnya.

Selain pusat kebudayaan, kedua negara membahas produksi film bersama, dan pameran seni. Serta penerjemahan karya sastra Palestina ke dalam bahasa Indonesia.

Menurut Menbud Fadli, kebudayaan dapat membantu masyarakat memahami sejarah, dan identitas. Khususnya pada nilai yang diperjuangkan sebuah bangsa.

Sementara itu, Indonesia juga tengah menjajaki pendirian Museum Perjuangan Palestina di Taman Mini Indonesia Indah. Museum itu disiapkan untuk memperkenalkan warisan budaya benda dan takbenda Palestina sekaligus mendokumentasikan perjuangan rakyatnya mempertahankan identitas–kemerdekaan.

"Kami ingin masyarakat Indonesia mengenal Palestina tidak hanya melalui konflik. Tetapi juga melalui peradaban, seni, tradisi, dan warisan budayanya," katanya.

Pertemuan tersebut menindaklanjuti nota kesepahaman yang ditandatangani kedua menteri pada September 2025. Kedua pihak sepakat melanjutkan pembahasan untuk menentukan bentuk kerja sama yang dapat dijalankan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....