AS dan Hamas Gelar Pembicaraan Langsung di Kairo
- 16 Apr 2026 15:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat dan Hamas menggelar pembicaraan langsung pertama sejak gencatan senjata Gaza di Kairo untuk membahas implementasi kesepakatan tahap pertama.
- Hamas menuntut Israel memenuhi komitmen awal seperti penghentian serangan dan masuknya bantuan kemanusiaan sebelum melanjutkan tahap berikutnya.
- Negosiasi mengalami kebuntuan karena perbedaan pandangan terkait pelucutan senjata Hamas dan ketidakseimbangan proposal kesepakatan.
RRI.CO.ID, Kairo — Amerika Serikat dan Hamas menggelar pembicaraan langsung pertama sejak gencatan senjata Gaza di Kairo, Selasa 14 April 2026 malam. Pertemuan tersebut dilakukan dalam upaya memajukan kesepakatan gencatan yang dimediasi oleh Amerika Serikat, dilansir dari CNN.
Dialog tersebut dipimpin oleh penasihat senior AS Aryeh Lightstone yang bertemu dengan kepala negosiator Hamas Khalil al-Hayya. Nickolay Mladenov juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan ini bertujuan membahas implementasi kesepakatan tahap pertama gencatan senjata yang dimulai pada Oktober. Kesepakatan tersebut sebelumnya mengakhiri perang selama dua tahun di Gaza.
Dalam pembicaraan tersebut, al-Hayya menekankan pentingnya Israel memenuhi komitmen awal. Komitmen tersebut mencakup penghentian serangan dan masuknya bantuan kemanusiaan sebelum memasuki tahap berikutnya.
Tahap lanjutan rencana gencatan senjata mencakup pelucutan senjata Hamas, pengerahan pasukan internasional ke Gaza, dan penarikan pasukan Israel. Akan tetapi, pembicaraan tersebut mengalami kebuntuan karena Hamas menolak pelucutan senjata sebelum Israel memenuhi kewajiban tahap pertama.
Hamas sendiri menilai proposal yang diajukan tidak seimbang karena lebih menekankan pada keamanan Israel. Sementara itu, hak kemanusiaan dan politik Palestina dinilai diabaikan.
Di tengah perbedaan tersebut, proses negosiasi masih berpotensi mengalami kebuntuan. Kebuntuan tersebut akan terjadi jika tidak tercapai kompromi antara kedua pihak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....