Pemimpin Timteng Serukan Diplomasi Hentikan Konflik Regional

  • 11 Mar 2026 14:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Kairo — Para pemimpin di kawasan Timur Tengah menyerukan upaya diplomatik untuk meredakan konflik yang semakin memanas di wilayah tersebut. Seruan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan darurat melalui konferensi video yang diselenggarakan oleh Uni Eropa. Pertemuan tersebut dilaksanakan untuk membahas perkembangan terbaru di kawasan, dilansir dari Xinhua, Rabu, 11 Maret 2026.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin dan pejabat dari negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC). Selain itu, perwakilan dari Yordania, Lebanon, Suriah, Turki, Irak, Armenia, dan Azerbaijan juga turut serta dalam konferensi tersebut.

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi menekankan pentingnya semua pihak menahan diri serta bekerja untuk menurunkan eskalasi konflik. Ia juga mendorong penggunaan dialog dan jalur diplomasi sebagai langkah utama untuk menyelesaikan krisis.

Menurutnya, penyelesaian konflik secara damai merupakan pilihan terbaik untuk mencapai stabilitas dan keamanan yang diharapkan. Al-Sisi juga menyerukan penghentian segera terhadap seluruh serangan yang menargetkan negara-negara Arab.

Senada dengan itu, Raja Yordania Abdullah II menegaskan pentingnya mengandalkan diplomasi dan dialog guna menahan meningkatnya ketegangan di kawasan. Ia juga memperingatkan bahaya meluasnya konflik yang dapat menyeret lebih banyak negara di wilayah tersebut.

Pemimpin sementara Suriah Ahmad al-Sharaa menilai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah sebagai ancaman besar bagi kawasan. Ia menyebut situasi tersebut dapat mengancam stabilitas ekonomi global sekaligus meningkatkan tekanan keamanan terhadap negara-negara tetangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....