Palestina Sambut Positif Rencana Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian
- 21 Feb 2026 21:28 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington DC - Menteri Luar Negeri Sugiono memastikan bahwa Palestina telah mengetahui keterlibatan Indonesia dalam International Stabilization Force (ISF). Menlu Sugiono mengatakan, Ketua National Committee for Administration of Gaza (NCAG), Ali Shaath, menghadiri rapat perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace).
Oleh sebab itu, Ali memahami keterlibatan Indonesia di ISF sebagai pasukan perdamaian untuk Gaza, Palestina. Selain itu, Ali juga memahami rencana dan mandat ISF selama bertugas di Gaza.
“Kemarin ada Pelestina, ada Ali Shaath sebagai perwakilan Palestina. Palestina sudah hadir di sana, sudah mengetahui dan memahami,” kata Menlu Sugiono dalam konferensi pers, di Washington DC, Jumat, 20 Februari 2026 waktu setempat.
Menlu Sugiono mengatakan, Palestina juga telah memahami maksud dan tujuan Indonesia dalam mengirimkan pasukan ke Gaza. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terlibat dalam pelucutan senjata maupun operasi militer ofensif, melainkan fokus pada menjaga stabilitas sipil dan mendukung upaya kemanusiaan.
“Kami juga telah menyampaikan national caveat kami. Jadi semuanya sudah terlihat,” ujarnya.
Sugiono mengatakan, dalam forum BoP, Ali telah menyampaikan bahwa Palestina membutuhkan situasi yang aman dan stabil sebagai prasyarat pemulihan dan proses perdamaian di Gaza. Tentu misi Indonesia di ISF selaras dengan kepentingan Palestina.
“Langkah pertama dari rencana komprehensif ini adalah ceasefire atau gencatan senjata, setelah itu, diciptakan suasana yang aman dan stabil. Baru tahapan-tahapan berikutnya dapat dijalankan, dan itu juga kemarin sudah disampaikan,” kata dia.
Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengirim 8.000 pasukan perdamaian di Gaza. Kesiapan Indonesia tersebut sebagai bentuk komitmen untuk menghentikan perang Gaza dan Israel.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....