WHO Sebut 18.500 Pasien Gaza Butuh Perawatan Khusus

  • 05 Feb 2026 13:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan lebih dari 18.500 pasien di Jalur Gaza membutuhkan perawatan medis khusus. Perawatan tersebut tidak tersedia di wilayah Gaza, dilansir dari WAFA News Agency, Kamis, 5 Februari 2026.

Pernyataan ini disampaikan Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus melalui platform X. Ia menyoroti keterbatasan serius sistem kesehatan di Gaza yang membuat ribuan pasien tidak dapat mengakses layanan medis tingkat lanjut.

WHO bersama para mitranya telah mendukung evakuasi medis terhadap lima pasien dan tujuh pendamping ke Mesir melalui Penyeberangan Rafah. Tedros menyebut evakuasi tersebut sebagai yang pertama melalui jalur itu sejak pertengahan Maret 2025.

Ia menilai langkah ini penting meski hanya bersifat sementara di tengah besarnya kebutuhan medis di Gaza. Tedros menegaskan bahwa sistem kesehatan Gaza sangat membutuhkan rehabilitasi dan pembangunan kembali.

Langkah ini diperlukan untuk mengurangi ketergantungan pada evakuasi medis dan kini menjadi prioritas utama. WHO juga menyerukan peningkatan cepat layanan kesehatan di dalam Gaza.

Upaya tersebut mencakup penambahan pasokan medis dan perbaikan fasilitas kesehatan yang rusak. Selain itu, perluasan layanan penting dinilai krusial untuk membangun sistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan.

Selain itu, WHO kembali mendesak pembukaan segera jalur rujukan medis ke Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur. Langkah ini dinilai penting untuk mempercepat akses pasien terhadap perawatan yang menyelamatkan nyawa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....