Kasus Nipah di India Picu Kewaspadaan Asia
- 29 Jan 2026 15:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Singapura — Dua kasus virus Nipah yang mematikan dikonfirmasi terjadi di India pada akhir Desember dan memicu kewaspadaan di kawasan Asia. Menyusul temuan tersebut, sejumlah negara memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara, dilansir dari Reuters, Kamis, 29 Januari 2026.
Thailand, Singapura, Hong Kong, dan Malaysia mengambil langkah ini untuk mencegah potensi penyebaran lintas negara. Virus Nipah dibawa oleh kelelawar pemakan buah serta hewan lain seperti babi.
Infeksi ini dapat menyebabkan demam dan radang otak dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen. Meski virus ini menular antar manusia, para ahli menyebut penularannya tidak mudah dan biasanya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.
Otoritas kesehatan India menyatakan bahwa wabah berskala kecil bukan hal baru dan risiko bagi masyarakat umum masih tergolong rendah. Saat ini, beberapa kandidat vaksin tengah dikembangkan, namun belum tersedia untuk penggunaan luas.
Dua pasien yang terinfeksi di negara bagian Benggala Barat diketahui merupakan tenaga kesehatan. Saat ini, mereka sedang menjalani perawatan di rumah sakit setempat.
Pemerintah India telah melacak 196 orang yang melakukan kontak dengan kedua pasien tersebut. Seluruhnya dinyatakan tidak bergejala serta negatif virus Nipah.
Kementerian Kesehatan India membantah beredarnya informasi yang tidak akurat terkait jumlah kasus virus Nipah. Pemerintah menegaskan pengawasan, pengujian laboratorium, dan investigasi lapangan telah dilakukan secara intensif.
Sebagai langkah pencegahan, Singapura memberlakukan pemeriksaan suhu bagi penumpang penerbangan dari wilayah terdampak di India. Singapura juga meningkatkan koordinasi dengan negara-negara Asia Selatan.
Hong Kong turut memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara internasionalnya. Sementara itu, Thailand menetapkan area parkir khusus bagi pesawat dari wilayah terpapar dan mewajibkan penumpang mengisi deklarasi kesehatan.
Malaysia juga meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemeriksaan kesehatan di pintu masuk internasional. Di sisi lain, Tiongkok menyatakan belum mendeteksi kasus virus Nipah di wilayahnya, meski mengakui adanya risiko kasus impor.
Nepal yang berbatasan langsung dengan India juga meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pemeriksaan bagi para pelancong. WHO mengklasifikasikan virus Nipah sebagai patogen prioritas karena tingginya tingkat kematian serta ketiadaan vaksin dan pengobatan khusus.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....