Disparekraf Papua Pegunungan Paparkan Strategi Pengembangan Pariwisata
- 17 Jul 2026 13:09 WIB
- Wamena
Poin Utama
- Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menyusun Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) yang akan berlaku pada periode 2027-2045 sebagai pedoman pengembangan kawasan strategis pariwisata di delapan kabupaten.
- Pembangunan pariwisata berbasis Visi Misi Gubernur dengan Tiga Tungku (Adat, Agam) bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah melalui pengembangan potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif.
- Saat ini tercatat sekitar 300 pelaku ekonomi kreatif di Papua Pegunungan yang bergerak di subsektor kerajinan tangan, kuliner, seni pertunjukan, fesyen, serta produk kreatif berbasis budaya lokal.
RRI.CO.ID, Wamena - Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Provinsi Papua Pegunungan melalui Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) kembali memfasilitasi penyebarluasan informasi pembangunan daerah melalui siaran langsung RRI, di Media Center Diskominfosantik Gedung Otonom, Kamis (16/07/2026)
Dialog interaktif Radio tersebut menghadirkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan dengan topik Menggali Potensi dan Tantangan Ekowisata Papua - pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
RRI bersama Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosantik menghadirkan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Papua Pegunungan, Hulu Bahabol, SE., MM., dan Alfrida Asso, S.IP., M.AP., selaku Kepala Bidang Pariwisata.
Dialog radio di Honai Informasi Media Center tersebut turut disaksikan Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Dr. Isak Yando, S.E., M.Si, serta Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Deli Wandik, S.Pd., M.Si.,

Dalam sesi dialog, Hulu Bahabol mengatakan, Visi Misi Gubernur Dr.(HC) John Tabo,SE, MBA., bahwa pembangunan berlandaskan Tiga Tungku “ Yaitu Adat, Agam, sehingga Pemerintah terus menyusun langkah strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengembangan sektor pariwisata yang berbasis potensi alam, budaya, dan ekonomi kreatif.
Menurutnya, salah satu program prioritas yang sedang disiapkan adalah penyusunan Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (RIPPARDA) yang akan menjadi pedoman pengembangan kawasan strategis pariwisata di delapan kabupaten. Dokumen tersebut direncanakan mulai berlaku pada periode 2027–2045 setelah ditetapkan melalui Peraturan Daerah.
"Melalui RIPPARDA, seluruh destinasi wisata unggulan akan dipetakan dan ditetapkan sebagai kawasan strategis sehingga memiliki dasar hukum dalam pengelolaan serta mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Provinsi Papua Pegunungan," jelas Hulu Bahabol.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi akan melibatkan akademisi, praktisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk melakukan inventarisasi, identifikasi, serta pemetaan potensi wisata di seluruh wilayah Papua Pegunungan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Alfrida Asso menjelaskan bahwa sesuai kewenangan pemerintah provinsi, pihaknya berfokus pada promosi pariwisata Papua Pegunungan di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui partisipasi dalam pameran pariwisata di Yogyakarta. “Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan memperkenalkan keindahan alam, kekayaan budaya, serta berbagai produk ekonomi kreatif unggulan kepada masyarakat luas” Ujarnya.
Produk yang dipromosikan antara lain kerajinan tangan, fesyen berbasis budaya lokal, seni lukis, musik tradisional, kuliner berbahan pangan lokal seperti ubi dan keladi yang telah diolah menjadi berbagai produk inovatif, kopi Papua Pegunungan, serta olahan buah merah, nanas, dan komoditas khas lainnya.
“Promosi tersebut menjadi langkah awal membangun jejaring kerja sama dengan pemerintah daerah lain, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata” Kata Alfrida Asso.
Selain promosi destinasi, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga terus mendorong pertumbuhan pelaku ekonomi kreatif di Papua Pegunungan. Saat ini tercatat sekitar 300 pelaku ekonomi kreatif yang bergerak di berbagai subsektor, dengan dominasi usaha kerajinan tangan, kuliner, seni pertunjukan, fesyen, serta produk kreatif berbasis budaya lokal.
“Ke depan, pemerintah akan memperkuat pembinaan, pelatihan, pendampingan usaha, pemberian bantuan modal, hingga monitoring dan evaluasi guna meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif agar mampu bersaing dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat” Katanya.
Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa tantangan pengembangan pariwisata Papua Pegunungan masih berkaitan dengan akses transportasi, keamanan, dan pengelolaan destinasi wisata. Karena itu diperlukan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.
Melalui siaran langsung RRI yang difasilitasi Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfosantik Provinsi Papua Pegunungan, pemerintah berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh mengenai program pembangunan daerah sekaligus mendorong partisipasi publik dalam mendukung kemajuan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Papua Pegunungan.
Sumber: Media Center - Honai Informasi, Diskominfosantik Papua Pegunungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....