Sekolah Gratis Menjaga Mimpi Hafidz Tetap Hidup
- 17 Jul 2026 08:38 WIB
- Banten
RRI.CO.ID, Serang - Bagi sebagian anak, kesempatan bersekolah bukan sekadar soal ruang kelas. Ada mimpi yang dipertahankan, ada keluarga yang berjuang, dan ada harapan yang tidak ingin padam.
Itulah yang dirasakan Abdoel Hafidz, siswa asal Kabupaten Pandeglang. Setelah kehilangan ibunya dan hidup bersama adiknya sementara sang ayah bekerja sebagai buruh bangunan di luar kota, Hafidz sempat khawatir tidak bisa melanjutkan pendidikan.
Harapan itu kembali hadir ketika ia diterima di SMK PGRI Pandeglang yang menjadi bagian dari Program Sekolah Gratis Pemerintah Provinsi Banten.
“Saya ingin memeluk gubernur dan mengucapkan terima kasih. Karena sekolah gratis ini, saya tetap bisa sekolah dan ayah saya tidak lagi memikirkan biaya sekolah saya.” Ujar Hafidz, Kamis, 16 Juli 2026.
Cerita serupa juga dialami Muhammad Hasbi Fabiansyah (15), siswa baru kelas X jurusan Pengembangan Perangkat Lunak dan Gim (PPLG) di SMK PGRI Pandeglang. Remaja asal Desa Gunungputeri, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang itu sebelumnya mendaftar ke SMA Negeri 6 Pandeglang melalui jalur domisili. Namun ia gagal diterima.
Hasbi tinggal bersama ibunya, Lilis Herlis, yang sehari-hari berjualan jajanan dan minuman di warung kecil. Saat hendak mendaftar ke SMK PGRI Pandeglang, ia baru mengetahui sekolah tersebut mengikuti Program Sekolah Gratis setelah melihat spanduk di depan sekolah.
“Saya baru tahu waktu mau daftar. Ternyata sekolahnya gratis, cuma bayar seragam,” ujarnya.
Menurut Hasbi, program tersebut sangat membantu keluarganya. Ibunya kini tidak lagi dibebani biaya SPP setiap bulan sehingga bisa lebih fokus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Hasbi sendiri mengaku uang jajannya sangat terbatas dan lebih sering menggunakan uang pemberian kakaknya untuk keperluan sekolah.
Ia juga mengetahui kakak kandungnya pernah terpaksa menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Pengalaman itu membuatnya memahami betapa berharganya kesempatan untuk tetap bersekolah.
Kisah Hafidz dan Hasbi hanyalah dua dari puluhan ribu cerita yang lahir dari Program Sekolah Gratis Pemprov Banten. Program ini membuka kesempatan bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri agar tetap dapat melanjutkan pendidikan di sekolah swasta tanpa terbebani biaya SPP. Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, kebijakan tersebut menjadi penyelamat agar anak-anak mereka tidak berhenti sekolah hanya karena persoalan biaya.
Pada Tahun Ajaran 2025-2026, sebanyak 801 sekolah swasta jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) telah bergabung dalam Program Sekolah Gratis. Sebanyak 60.705 siswa telah terverifikasi sebagai penerima manfaat.
Di balik angka itu, tersimpan ribuan cerita perjuangan keluarga yang akhirnya dapat bernapas lega karena anak-anak mereka tetap memiliki kesempatan mengenyam pendidikan. Bagi Hafidz, sekolah gratis bukan sekadar program pemerintah, melainkan harapan yang membuat mimpinya tetap hidup.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....