BPBD Kobar dan Tim Gabungan Jinakkan Tiga Titik Karhutla Sekaligus

  • 19 Jul 2026 00:13 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bergerak cepat menangani tiga kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) sekaligus dalam sehari pada Senin, 14 Juli 2026. Meningkatnya intensitas kejadian ini menunjukkan adanya eskalasi ancaman Karhutla di wilayah setempat.

Ketiga lokasi kebakaran tersebut berada di pinggir jalan poros Desa Tanjung Putri, Kelurahan Madurejo, serta area lahan di Kelurahan Kotawaringin Hilir, Kecamatan Kotawaringin Lama. Untuk mempercepat penanganan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kobar langsung membagi personel ke masing-masing lokasi agar proses pemadaman dapat dilakukan secara bersamaan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, mengatakan penanganan dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni Daops Kalimantan III/Pangkalan Bun, Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana), Masyarakat Peduli Api (MPA) Huma Singgah Itah, serta masyarakat setempat.

“TRC BPBD dibagi per lokasi dengan dibantu personel dari Manggala Agni, Tagana, MPA Huma Singgah Itah, dan beberapa warga setempat,” ujarnya.

Di Desa Tanjung Putri, petugas berhasil memadamkan api yang membakar lahan di pinggir jalan poros sebelum merembet ke bagian dalam. Luas area yang terdampak di lokasi ini diperkirakan mencapai sekitar 0,2 hektare.

Sementara itu, proses pemadaman di Kelurahan Madurejo berlangsung lebih menantang karena titik api berada di bagian dalam lahan. Lokasi tersebut juga berdekatan dengan area kebakaran yang telah ditangani petugas beberapa hari sebelumnya.

“Lokasi ini juga berdekatan dengan titik yang sudah ditangani personel pada Sabtu lalu,” kata Andhan.

Guna mengendalikan pergerakan api di Madurejo, petugas mengerahkan tiga unit tangki suplai air (water supply). Selain kondisi medan, proses pemadaman terkendala cuaca kering dan embusan angin yang cukup kencang, sehingga koordinasi antarpetugas terus diintensifkan. Luas lahan yang terbakar di lokasi ini diperkirakan mencapai 0,5 hektare.

Sedangkan untuk wilayah Kelurahan Kotawaringin Hilir, BPBD Kobar berkoordinasi dengan Manggala Agni dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kobar guna melakukan pemantauan intensif. Berdasarkan laporan sementara, luas lahan yang terbakar di titik ini telah mencapai sekitar 2,5 hektare. Akibat kondisi medan yang mulai gelap, upaya pemadaman dijadwalkan berlanjut pada hari berikutnya.

BPBD Kobar kembali mengimbau masyarakat luas agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang sangat kering dapat mempercepat penyebaran api secara tak terkendali.

“Lahan maupun pekarangan sebisa mungkin jangan dibersihkan dengan dibakar. Selain kondisi cuaca yang kering tanpa hujan, ada sanksi yang akan diterima apabila terbukti melakukan pembakaran lahan,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....