BKKBN Inisiasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah

  • 10 Jul 2026 20:55 WIB
  •  Sungailiat

RRI.CO.ID, Sungailiat - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) menginisiasi Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS). Program ini mengajak para ayah untuk hadir dan mengantar anak ke sekolah pada hari pertama tahun ajaran sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap tumbuh kembang anak.

Kepala BKKBN Babel Fazar Supriadi Sentosa menuturkan, GAMAS merupakan bagian dari implementasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendidikan, dan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

"Kehadiran ayah pada momen penting, seperti hari pertama sekolah, diharapkan mampu memberikan rasa aman, meningkatkan kepercayaan diri anak, serta mempererat ikatan emosional dalam keluarga," katanya, Jumat, 10 Juli 2026.

Dikatakan Fazar, peran ayah tidak hanya sebatas pencari nafkah, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam mendampingi proses tumbuh kembang anak.

"Hari pertama sekolah merupakan momen berharga bagi setiap anak. Kehadiran ayah akan menjadi penyemangat sekaligus memberikan rasa percaya diri bagi anak untuk memulai pengalaman belajar di lingkungan yang baru," ujarnya.

Berbagai penelitian menunjukkan, keterlibatan aktif ayah dalam kehidupan anak, berkontribusi positif terhadap perkembangan emosional, sosial, serta prestasi belajar anak.

Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah, BKKBN berharap semakin banyak keluarga Indonesia yang menerapkan pola pengasuhan yang setara, penuh kasih sayang, dan berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak demi mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.

Sementara Bupati Bangka Fery Insani menuturkan, jika gerakan GAMAS hanya sebagai bentuk upaya saja bagi yang masih memiliki orang tua atau ayah.

"Bagaimana jika sudah gak ada ayah, nah itu tetap menjadi tanggungjawab bersama, negara melindungi anak - anak yatim, kalau hanya ada ibu, tidak masalah," kata dia.

Program ini dilakukan sebagai upaya pemerintah, agar ayah juga memiliki peran dalam pengasuhan anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....