Jemput Bola, Bank Sampah Puhuk Berkah Kobar Sasar Permukiman Warga

  • 07 Jul 2026 00:23 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Bank Sampah Induk (BSI) Puhuk Berkah terus memperluas jangkauan pemilahan limbah rumah tangga melalui skema jemput bola. Unit pelayanan di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) ini kembali menggelar layanan penimbangan sampah langsung di sejumlah titik permukiman nasabah, Sabtu, 4 Juli 2026.

Operasi penimbangan dan penjemputan sampah kali ini menyasar beberapa lokasi strategis, meliputi rumah-rumah warga di kawasan Gang Kuini Kelurahan Madurejo, Perumahan Jati Mas, Pondok Pesantren Al-Wahdah, hingga Perumahan Laman Tuha.

Inovasi layanan jemput ini sengaja digulirkan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menabung limbah bernilai ekonomis. Langkah ini sekaligus menjadi stimulus bagi warga agar terbiasa memilah sampah organik dan anorganik langsung dari dapur rumah, demi menyukseskan program reduksi sampah daerah di Kobar.

Selain menanti armada penjemputan berkala, masyarakat yang bermukim di sekitar wilayah operasional BSI juga tetap dapat mengantarkan langsung material sampah yang telah dipilah secara mandiri ke kantor pusat Bank Sampah Induk Puhuk Berkah untuk ditimbang.

Langkah memilah dari sumbernya ini tidak hanya efektif memotong rantai timbulan sampah yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), tetapi juga mentransformasikan limbah menjadi pundi-pundi rupiah yang langsung dicatat sebagai saldo tabungan nasabah.

"Kami sangat mengapresiasi kehadiran bank sampah ini, karena tidak hanya mempermudah sistem pengelolaan dan pembuangan sampah, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi positif serta berbagi rezeki bagi masyarakat luas," cetus Anto, salah seorang nasabah aktif BSI Puhuk Berkah saat ditemui di lapangan.

Apresiasi senada dilontarkan oleh Hadriansyah, warga Perumahan Laman Tuha. Menurutnya, konsistensi agenda penimbangan keliling setiap bulan ini menjadi pemantik motivasi yang kuat bagi warga permukiman untuk tidak lagi menyatukan seluruh jenis sampah domestik mereka.

"Kami, selaku warga perumahan, merasa sangat terbantu dengan adanya program bank sampah serta agenda penimbangan rutin setiap bulan. Program ini tidak hanya efektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomis dari sampah yang dikumpulkan. Ke depan, kami berharap kesadaran masyarakat akan semakin meningkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, baik di lingkungan rumah, tempat tinggal, maupun di area kantor," beber Hadriansyah panjang lebar.

Sementara itu, Kepala DLH Kobar, Syahyani, menekankan bahwa eksistensi bank sampah memegang peranan ganda yang sangat vital, yakni sebagai instrumen sirkular ekonomi sekaligus ruang edukasi ekologis berbasis komunitas.

"Bank sampah bukan hanya tempat menimbang atau menabung sampah, tetapi juga ruang belajar bagi masyarakat bahwa pengelolaan sampah dimulai dari rumah. Melalui kebiasaan memilah dan menabung sampah, masyarakat ikut berkontribusi mengurangi timbulan sampah yang masuk ke TPA sekaligus memperoleh manfaat ekonomi. Semakin banyak masyarakat yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat kita ciptakan bagi lingkungan," tegas Syahyani.

Syahyani menambahkan, keberhasilan tata kelola kebersihan kota membutuhkan keterlibatan aktif seluruh komponen. Oleh sebab itu, DLH Kobar berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pengelola bank sampah, dunia pendidikan, hingga para pelaku usaha lokal agar budaya memilah sampah dapat mengakar menjadi gaya hidup baru masyarakat modern. (Dyandra, Sinta/DLH Kobar)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....