DLH Palangka Raya Memperkuat Kapasitas Hadapi Dampak Perubahan Iklim

  • 02 Jul 2026 23:37 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi dampak perubahan iklim melalui kegiatan Pemberdayaan Masyarakat Program Kampung Iklim (Proklim). Plt. Kepala DLH Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno mengatakan, Proklim merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui berbagai aksi nyata di tingkat kelurahan.

“Proklim bukan sekadar mengejar penghargaan, tetapi bagaimana membangun masyarakat yang tangguh terhadap perubahan iklim, mampu mengelola lingkungan secara berkelanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya dalam kegiatan Program Pemberdayaan Proklim, di Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Selasa, 30 Juni 2026.

Untung menjelaskan, melalui Proklim masyarakat didorong untuk melaksanakan berbagai kegiatan seperti pengelolaan sampah berbasis 3R, penghijauan, konservasi air, ketahanan pangan keluarga, efisiensi energi, pengurangan risiko bencana, hingga pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Menurutnya, masyarakat harus menjadi pelaku utama dalam menjaga lingkungan hidup.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada PLN Indonesia Power UBP Barito yang telah mendukung pengembangan Program Kampung Iklim melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/TJSL), serta Yayasan Borneo Urban Lab yang menjadi mitra strategis dalam mendampingi masyarakat.

“Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pembangunan lingkungan hidup yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi ini terus berkembang melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut Untung mengungkapkan, kegiatan tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen bersama yang telah dimulai pada 11 Februari 2026 melalui penanaman pohon di Kelurahan Bukit Tunggal sebagai simbol dimulainya pengembangan Proklim di wilayah tersebut. Kali ini, komitmen tersebut diperkuat melalui edukasi dan pelatihan guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam tata kelola Proklim, pengembangan inovasi lingkungan, hingga penyusunan rencana keberlanjutan program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....