Wujudkan 'Zero Waste', Dinsos Kobar Gandeng TPS3R Resik Rejo Kelola Sampah
- 03 Jul 2026 07:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kotawaringin Barat resmi menjalin kerja sama pengelolaan sampah dengan TPS3R Resik Rejo Kelurahan Sidorejo melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU), Selasa, 30 Juni 2026. Langkah sinergis ini diambil sebagai upaya nyata untuk mewujudkan lingkungan kerja perkantoran yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan.
Agenda yang berlangsung di Kantor Dinsos Kobar tersebut turut dirangkai dengan sosialisasi mengenai tata cara pengelolaan sampah yang efektif, efisien, serta bernilai ekonomis. Kehadiran Lurah Sidorejo dan seluruh pegawai dinas diharapkan mampu mempercepat internalisasi budaya memilah sampah langsung dari sumbernya.
Kepala Dinsos Kobar, Hazriansyah, berharap kolaborasi ini dapat mendongkrak kualitas kebersihan di lingkungan kerja sekaligus mengubah persepsi pegawai terhadap limbah. Sampah perkantoran konvensional, khususnya kertas bekas, kini diproyeksikan untuk didaur ulang secara optimal agar memiliki nilai ekonomi bagi organisasi.
"Kami berharap sampah yang dihasilkan di lingkungan Dinas Sosial dapat dikelola secara optimal sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih bersih dan nyaman. Sampah perkantoran, seperti kertas bekas, tidak lagi menjadi limbah semata, tetapi dapat didaur ulang dan memiliki nilai ekonomis," ujar Hazriansyah.
Lurah Sidorejo, Sahida Ramadana, menjelaskan bahwa TPS3R Resik Rejo memiliki keunggulan karena tidak hanya memilah dan menjual sampah seperti bank sampah konvensional. Lembaga ini berfokus pada pengolahan tingkat lanjut dari berbagai jenis material sampah guna memberikan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.
“Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya target zero waste,” ujar Sahida Ramadana saat memaparkan arah program strategis kelurahan. Transformasi tata kelola sampah ini diharapkan mampu menjadi percontohan bagi kelurahan-kelurahan lain yang ada di wilayah Kotawaringin Barat.
Sementara itu, Direktur TPS3R Resik Rejo, Nardi, memaparkan program pemberdayaan masyarakat yang inovatif, termasuk pengumpulan minyak jelantah skala rumah tangga untuk diolah menjadi biodiesel. Program ini terbukti efektif dalam memberikan insentif ekonomi kepada warga sekaligus menekan laju pencemaran lingkungan akibat pembuangan limbah cair berbahaya.
“TPS3R Resik Rejo terbuka untuk bekerja sama dengan instansi pemerintah, dunia usaha, maupun komunitas dalam memperluas edukasi pengelolaan sampah. Perubahan pola pikir dan perilaku masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan sampah di Kobar,” jelas Nardi.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penyerahan secara simbolis fasilitas Kotak Tabungan Bank Sampah Resik Rejo untuk ditempatkan di area operasional Dinsos Kobar. Pengadaan fasilitas ini diharapkan memicu motivasi para aparatur sipil negara untuk konsisten menabung sampah sebagai implementasi budaya peduli lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....