Gorontalo

Gorontalo Perkuat Kompetensi Nakes untuk Optimalkan Implementasi TPT

  • 01 Jul 2026 19:36 WIB
  •  Gorontalo

RRI.CO.ID, Gorontalo - Tuberkulosis masih menjadi salah satu penyakit menular dengan beban kasus tertinggi di Indonesia. Karena itu, pemerintah terus memperkuat strategi eliminasi melalui peningkatan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta perluasan cakupan TPT.

Terapi Pencegahan Tuberkulosis diberikan kepada individu yang berisiko tinggi, seperti kontak serumah pasien TBC dan kelompok rentan lainnya yang telah dipastikan tidak menderita TBC aktif, untuk mencegah berkembangnya infeksi menjadi penyakit. Strategi ini dinilai efektif dalam memutus rantai penularan dan menekan munculnya kasus baru.

Tenaga kesehatan memiliki peran sentral dalam mewujudkan target eliminasi TBC. Tidak hanya mampu menemukan dan mengobati pasien, tenaga kesehatan juga harus mengedepankan upaya promotif dan preventif melalui pelaksanaan TPT secara tepat sasaran.

“Saat ini kita tidak hanya dituntut mampu menemukan dan mengobati pasien TBC, tetapi juga memastikan upaya pencegahannya berjalan optimal melalui Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT). Tenaga kesehatan harus mampu mengidentifikasi kontak erat, melakukan skrining sesuai standar, dan memberikan TPT kepada sasaran yang memenuhi syarat. Dengan demikian, kita tidak hanya menyembuhkan pasien, tetapi juga mencegah lahirnya kasus-kasus baru,” kata Anang Otoluwa Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Provinsi Gorontalo sehari setelah membuka Pelatihan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) bagi Tenaga Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), Selasa, 30 Juni 2026.

Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dalam mendukung percepatan eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030. Peserta dibekali peningkatan kompetensi mulai dari penemuan kasus, diagnosis, tata laksana pasien, investigasi kontak, pengendalian infeksi, hingga implementasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok berisiko.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan program penanggulangan TBC. Pelayanan yang sesuai standar, didukung deteksi dini, investigasi kontak yang berkualitas, dan pemberian TPT secara tepat akan meningkatkan cakupan layanan sekaligus mempercepat penurunan angka kesakitan akibat TBC di Gorontalo.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di fasilitas pelayanan kesehatan masing-masing. Mari kita jadikan setiap layanan kesehatan sebagai garda terdepan dalam menemukan kasus, memberikan pengobatan yang berkualitas, serta memperluas cakupan TPT demi mencapai eliminasi TBC tahun 2030,” tambahnya.

Sebagai bagian dari implementasi transformasi sistem kesehatan yang mengedepankan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan, pelatihan tahun ini menghadirkan inovasi dengan mengintegrasikan materi Keterampilan Dasar Bahasa Isyarat ke dalam kurikulum. Langkah ini bertujuan membekali petugas TBC di puskesmas dan rumah sakit dengan kemampuan komunikasi dasar yang ramah disabilitas, sehingga pasien Tuli dapat memperoleh informasi, edukasi, dan layanan kesehatan secara lebih efektif tanpa hambatan komunikasi.

Melalui pelatihan ini, Dinkes PPKB Provinsi Gorontalo berkomitmen terus memperkuat kapasitas sumber daya manusia kesehatan agar mampu memberikan layanan TBC yang komprehensif, berpusat pada pasien, serta mengoptimalkan implementasi TPT sebagai langkah strategis dalam mencegah penularan dan mewujudkan masyarakat Gorontalo yang lebih sehat. (mcgorontaloprov/ilb/md)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....