Bupati Kapuas Luncurkan Aplikasi Hapakat E-Retribusi

  • 30 Jun 2026 18:51 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Kuala Kapuas – Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, secara resmi membuka kegiatan Perhitungan Potensi dan Proyeksi Pendapatan Asli Daerah (PAD), sekaligus meluncurkan aplikasi Hapakat E-Retribusi Kabupaten Kapuas Tahun 2026. Agenda strategis yang diprakarsai oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Kapuas ini, diselenggarakan di Ruang Rapat Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Kapuas, Selasa, 30 Juni 2026.

Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah Kapuas, Usis I. Sangkai, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, perwakilan Direktorat Pendapatan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, serta Pimpinan Bank Kalteng Cabang Kuala Kapuas.

Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, dalam arahannya menegaskan, bahwa agenda ini bukan sekedar acara seremonial, tetapi memiliki arti yang sangat strategis bagi keberlanjutan roda pembangunan di daera.

"Acara yang kita laksanakan hari ini bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan sebuah langkah strategis dan momentum penting dalam upaya kita bersama untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), di mana PAD merupakan salah satu pilar penting dalam mendukung kemandirian fiskal daerah. Semakin optimal PAD yang kita miliki, maka semakin besar pula kemampuan pemerintah daerah dalam membiayai pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Muhammad Wiyatno mengingatkan, agar perhitungan potensi dilakukan secara cermat guna mengidentifikasi sektor pendapatan yang masih bisa dioptimalkan, tanpa harus membebani masyarakat maupun dunia usaha secara berlebihan.

Di kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Kalimantan Tengah, Yuliansyah Andrias, memberikan apresiasi luar biasa atas lompatan digitalisasi yang diraih oleh jajaran Pemkab Kapuas.

"Tentunya kami dari Bank Indonesia mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Kapuas karena pada tahun 2025 yang lalu capaian dari Kabupaten Kapuas untuk program digitalisasi daerah dalam lingkup tim percepatan dan perluasan digitalisasi daerah ini peringkat 35 dari seluruh nasional untuk level Kabupaten," katanya.

Lebih lanjut, Yuliansyah Andrias menyoroti bahwa variasi kanal digital yang disediakan Pemkab Kapuas bersama Bank Kalteng dinilai lengkap dan memadai, mulai dari layanan QRIS hingga transfer bank. Namun, tantangan terbesar saat ini adalah menggeser preferensi transaksi masyarakat yang masih dominan memilih jalur tunai.

Untuk itu, BI menyatakan siap bersinergi penuh dalam aspek edukasi dan sosialisasi, serta meminta peran aktif para camat selaku pimpinan wilayah untuk menjadi role model penggerak transaksi non-tunai di masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....