Kartu Pace Mace Wujudkan SDM Unggul Papua
- 23 Jun 2026 00:08 WIB
- Jayapura
RRI.CO.ID, Jayapura – Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, meluncurkan Kartu Pace Mace, berlangsung di Kota Jayapura, Jumat (12/6/2026).
Program tersebut menjadi salah satu langkah strategis pemerintah provinsi Papua dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmonis.
Gubernur Fakhiri menegaskan peluncuran Kartu Pace Mace sebuah komitmen dan gerakan besar untuk mempersiapkan generasi masa depan Papua.
“Hari ini adalah peluncuran sebuah gerakan besar untuk membangun sumber daya manusia Papua. Ini merupakan langkah awal perjalanan panjang menuju Papua yang cerdas, Papua yang sejahtera, dan Papua yang harmonis,” kata Fakhiri dalam keterangan tertulisnya.
Menurutnya, pembangunan manusia menjadi prioritas utama lantaran, menilai kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penentu kemajuan daerah, melebihi kekayaan alam yang dimiliki.
"Papua memiliki emas, tembaga, hutan dan laut yang luar biasa. Namun kekayaan terbesar Papua sesungguhnya adalah anak-anak mudanya. Karena itu, saya memilih menjadikan pembangunan manusia sebagai prioritas utama kepemimpinan kami," tegasnya.
Fakhiri menjelaskan konsep Kartu Pace Mace dirancang sebagai sebuah siklus pembangunan manusia Papua yang berkelanjutan. Dalam program tersebut, Pace merupakan simbol Pelajar Cerdas, sedangkan Mace merupakan simbol Mahasiswa Cerdas.
"Seorang anak Papua memulai langkahnya sebagai pelajar cerdas, tumbuh menjadi mahasiswa cerdas, lalu kembali menjadi pemimpin, guru, dokter, polisi, hakim, birokrat, pengusaha, atlet maupun tokoh masyarakat yang membangun tanah kelahirannya," katanya.
Selain itu, pemerintah berupaya memperkuat akses pendidikan melalui kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di Papua.
Ia menyakini adanya program Pace Mace akan lahir pemimpin-pemimpin di masa depan yang berkontribusi bagi pembangunan daerah dan bangsa.
"Saya bermimpi 15 hingga 20 tahun ke depan akan lahir para pemimpin yang pernah menjadi bagian dari program Pace Mace. Itulah investasi terbesar yang sedang kita lakukan hari ini," ujarnya.
Lebih lanjut, Fakhiri menekankan pendidikan tidak berhenti pada pemberian beasiswa semata, melainkan berujung pada kesempatan berkarya dan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Kami ingin generasi muda Papua tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pelaku pembangunan dan pencipta lapangan kerja. Industri Papua harus tumbuh dengan wajah Papua dan tenaga-tenaga terbaik dari Papua,” ucap dia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....