Stok Melimpah, Disperindagkop UKM Kobar Rilis Analisis Harga Bapok Mei 2026

  • 31 Mei 2026 23:29 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) merilis hasil analisis perkembangan harga barang pokok (bapok), Senin, 25 Mei 2026. Evaluasi ini didasarkan pada hasil pemantauan intensif pergerakan harga pasar lokal selama periode minggu ketiga Mei 2026.

Berdasarkan data terkini, sebagian besar harga kebutuhan pokok di wilayah Kabupaten Kobar terpantau masih relatif stabil serta terkendali dengan baik. Meski begitu, fluktuasi harga dalam batas wajar masih terjadi pada beberapa komoditas pangan akibat dinamika pasokan serta jalur distribusi.

Plt. Kabid Perdagangan Disperindagkop UKM Kotawaringin Barat, Muhammad Suhendra, mengonfirmasi bahwa ketersediaan barang di pasaran secara umum berada pada posisi aman. Fenomena naik turunnya harga dinilai sebagai hal normatif yang dipengaruhi oleh tingkat penawaran dan permintaan konsumen.

“Perkembangan harga bapok pada minggu ketiga Mei 2026 masih dalam kondisi stabil dan terkendali. Beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga, terutama pada kelompok cabai dan daging ayam ras, namun secara umum pasokan masih aman,” ujarnya.

Pada grafik harian, tren penurunan harga yang signifikan terjadi pada komoditas cabai rawit merah, gula pasir eceran, hingga daging ayam ras broiler. Harga cabai rawit merah yang sempat menyentuh angka Rp100 ribu per kilogram kini turun menjadi Rp90 ribu per kilogram pada akhir pekan.

Sementara itu, harga komoditas pangan strategis lainnya seperti cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau dilaporkan bertahan stabil. Komoditas bumbu dapur tersebut masing-masing tertahan pada kisaran harga rata-rata Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Jika membandingkan rata-rata harga minggu kedua dan ketiga, terdapat akumulasi kenaikan persentase tipis pada kelompok tepung terigu serta daging ayam. Sebaliknya, grafik penurunan harga mingguan justru mendominasi komoditas aneka cabai merah serta gula pasir eceran.

Guna menjaga stabilitas jangka panjang, Disperindagkop UKM Kobar memastikan bahwa ketahanan stok pangan di tingkat distributor maupun Bulog dalam kondisi melimpah. Pasokan beras daerah tercatat menyentuh 1.186,11 ton, minyak goreng sebanyak 322,70 ton, serta gula pasir tersedia hingga 196,75 ton untuk mencukupi kebutuhan warga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....