TMMD 128: TNI dan Pemkab Kobar Gelar Pelayanan KB Gratis di Sungai Hijau
- 08 Mei 2026 04:17 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Pangkalan Bun - Program pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak dalam rangka mendukung Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Tahun 2026 resmi bergulir di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Sejak 22 April hingga 21 Mei 2026, masyarakat pedesaan mendapatkan akses layanan kontrasepsi gratis serta penyuluhan kesehatan reproduksi.
Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sungai Hijau ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD, hasil kolaborasi TNI dan Pemerintah Daerah melalui DP3AP2KB Kobar. Ketua Tim WASEV TMMD, Kolonel ARH Fachrudin Usuluddin, menegaskan bahwa peninjauan langsung dilakukan mengingat TMMD tahun ini masuk dalam penilaian tingkat nasional.
"Dalam momentum ini saya langsung meninjau kegiatan pelayanan KB dan penyuluhan KIE kesehatan reproduksi di Desa Sungai Hijau serta melihat pembangunan sumur di Desa Sungai Berambai," ujar Kolonel Fachrudin saat meninjau lokasi.
Kepala Bidang KB DP3AP2KB Kobar, I Ketut Djabal Wajunirahman, merinci bahwa layanan difokuskan pada Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Di Desa Sungai Hijau, antusiasme warga cukup tinggi dengan tercatatnya puluhan akseptor baru.
"Untuk pelayanan KB di Desa Sungai Hijau tercatat sebanyak 19 akseptor implan dan 1 akseptor IUD. Sedangkan saat pembukaan TMMD sebelumnya terdapat 13 akseptor implan," Ketut menerangkan.
Selain kontrasepsi, edukasi melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) diberikan kepada pasangan usia subur, calon pengantin, hingga remaja. Materi yang ditekankan meliputi perencanaan keluarga, pencegahan pernikahan dini, hingga langkah preventif terhadap kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Langkah edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran terkait usia perkawinan ideal, yakni minimal 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki, guna menekan angka kelahiran stunting di wilayah pedesaan.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi agar ke depan tidak terjadi pernikahan dini, KDRT, kelahiran stunting, maupun kehamilan di luar nikah," katanya, menambahkan.
Sinergi melalui program TMMD ke-128 ini diharapkan dapat mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kepesertaan KB bagi masyarakat rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan di pelosok Kobar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....