Bupati Kobar Ajak Perusahaan Sawit Perkuat Sinergi Melalui Wadah GAPKI

  • 29 Apr 2026 03:47 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pangkalan Bun – Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Nurhidayah, menekankan pentingnya peran Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) sebagai jembatan koordinasi antara pelaku usaha dan pemerintah daerah. Hal tersebut disampaikannya saat membuka pertemuan strategis pelaku industri sawit di Hotel Mercure, Pangkalan Bun, Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh agribisnis nasional sekaligus Menteri Pertanian periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, sebagai pembicara utama. Kehadiran sosok yang telah mendedikasikan lebih dari dua dekade pemikirannya bagi kemajuan agribisnis Indonesia ini memberikan bobot tersendiri bagi para praktisi industri yang hadir.

"Sinergi melalui wadah organisasi sangat diperlukan untuk memastikan keberlanjutan industri sawit di Bumi Marunting Batu Aji tetap selaras dengan program pembangunan daerah," ucap Nurhidayah dalam sambutannya.

Dukungan serupa disampaikan Prof. Bungaran Saragih. Ia menilai konsolidasi perusahaan perkebunan di bawah naungan GAPKI adalah langkah krusial untuk menghadapi tantangan regulasi dan penguatan posisi industri di tingkat global maupun lokal.

"Imbauan ini bagus supaya perusahaan perkebunan di Kalteng bisa bersatu. GAPKI menjadi wadah bagi perusahaan untuk lebih mudah bersinergi dengan para pemangku kepentingan di industri sawit," ujar Bungaran Saragih.

Tokoh yang masih aktif memberikan edukasi dan pemikiran melalui berbagai seminar agribisnis ini juga menambahkan bahwa GAPKI mempermudah pemerintah dalam memetakan kebijakan yang tepat sasaran.

"Melalui GAPKI, pemerintah dapat lebih fokus dan memudahkan koordinasi berkaitan dengan industri kelapa sawit. Contohnya pemanfaatan galian C yang sebelumnya dipermasalahkan, melalui GAPKI akhirnya keluar keputusan menteri yang melegalkan pemanfaatan untuk kepentingan sendiri," ia menambahkan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kobar, Yudhi Hudaya, yang turut mendampingi Bupati, mengapresiasi pola komunikasi terintegrasi ini. Menurutnya, koordinasi ketenagakerjaan dan regulasi operasional menjadi jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolektif.

"Dengan adanya sinergi melalui GAPKI, diharapkan koordinasi antara pemerintah dan perusahaan perkebunan kelapa sawit semakin tertib, transparan, dan mampu mendukung pembangunan sektor perkebunan di Kabupaten Kotawaringin Barat," kata Yudhi Hudaya.

Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, perwakilan BPN, Dinas Pertanian, serta jajaran pimpinan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kotawaringin Barat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....