Volume Sampah Capai 585 Ton per Hari, Jadi Isu Lingkungan Paling Mendesak
- 23 Apr 2026 16:28 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman - Berdasarkan berbagai kajian lingkungan, termasuk penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) serta diskusi bersama para pemangku kepentingan, persoalan sampah masih menjadi isu lingkungan paling mendesak di Kabupaten Sleman
Hal tersebut disamapikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta. “Saat ini masih yang menduduki ranking pertama adalah masalah sampah. Sampah masih menjadi urutan pertama isu lingkungan di Kabupaten Sleman,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis 23 April 2026.
Sugeng menjelaskan, berdasarkan jumlah penduduk, volume timbulan sampah di Sleman mencapai sekitar 585,30 ton per hari. Sampah tersebut diolah melalui tiga Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Tiga TPST tersebut yakni TPST Tamanmartani Kalasan di wilayah timur, TPST Sendangsari Minggir di wilayah barat, serta TPST Ndonokerto Turi di wilayah tengah atau utara. Meski demikian, sugeng menilai kapasitas pengolahan yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Hanya memang belum bisa maksimal, masih sekitar 50 persen dari kapasitas olah yang terpasang,” kata Sugeng.
Untuk menekan timbulan sampah, Dinas Lingkungan Hidup Sleman menjalankan program komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup. Melalui program tersebut, DLH Sleman telah mengukuhkan petugas pendamping pengelola sampah di 17 kapanewon dan 86 kalurahan pada 11 April 2026.
“Harapannya petugas pendamping bisa memberikan edukasi dan sosialisasi agar pengelolaan sampah dimulai dari sumbernya,” ucapnya.
Selain persoalan sampah, Sugeng menambahkan isu lingkungan lain yang menjadi perhatian di Kabupaten Sleman meliputi penurunan kuantitas air tanah dan air permukaan, alih fungsi lahan, serta dampak perubahan iklim.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....