Raih Gelar Doktor, Abisai Rollo Soroti Pentingnya Kepemimpinan Transformatif

  • 31 Mar 2026 06:11 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Walikota Jayapura Abisai Rollo kini menyandang gelar Doktor Ilmu Sosial setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka (Promosi) Strata 3 Ilmu Sosial Universitas Cenderawasih, Senin (30/3/2026) di Kota Jayapura.

Abisai Rollo dalam sidang terbuka tersebut mempresentasikan disertasi berjudul “Kepemimpinan Transformatif dalam Dinamika Perubahan Sosial Era Demokrasi (Studi Kasus dan Auto Etnografi Masyarakat Kota Jayapura)”.

Terdapat enam penguji dalam promosi gelar doktor tersebut, yakni Prof. Akbar Silo, Prof. Dr. Yosephina Ohoiwutun, Muhammad Ihsan Maro (penguji eksternal), Dr. Hikayat C.M. Sapioper, Dr. Albertina Nasri Lobo dan Dr. Urip Wahyudi.

Sedangkan tim promotor yakni Prof. Avelinus Lefaan, Dr. Ferry R.P.P Sitorus, dan Prof. Subang Bayu Wahyono. Tim penguji menetapkan Abisai Rollo lulus predikat sangat memuaskan dengan nilai kumulatif 3,85.

“Saudara Abisai Rollo, SH., MH., dinyatakan lulus dengan nilai kumulatif 3,85 dan menyandang gelar doktor,” ujar Promotor Avelinus Lefaan.

Usai sidang promosi, Abisai Rollo menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas keberhasilan menyelesaikan studi doktoralnya. “Puji Tuhan, hari ini saya bisa menyelesaikan ujian promosi doktor yang merupakan ujian terakhir dari sepuluh tahapan yang harus saya lalui,” kata Abisai Rollo kepada awak media.

Politisi Golkar ini mengungkapkan alasan disertasi tersebut diangkat untuk menyatukan masyarakat Kota Jayapura yang beragam. Menurutnya, ada tiga unsur yang melekat dalam kehidupannya, yaitu unsur adat, pemerintahan, dan keagamaan.

“Kita boleh berbeda suku, agama, dan latar belakang, tetapi kita harus bersatu untuk membangun Kota Jayapura. Jika ada masalah, lebih baik kita duduk bersama dan berdialog untuk mencari solusi,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan dialog lebih efektif dibandingkan aksi demonstrasi atau pemalangan jalan yang dapat menimbulkan kesan bahwa kondisi keamanan kota tidak stabil.

“Dengan dialog, masalah bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus menimbulkan kesan bahwa kota ini tidak aman,” jelas dia.

Selain itu, proses studi doktor tersebut dimulai sejak tahun 2024 saat menjabat Ketua DPRD Kota Jayapura. Proses akademik tersebut sempat tertunda lantaran, aktivitas politik dan pemerintahan.

“Saya berharap anak-anak Port Numbay bisa terus belajar dan melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang doktor, sehingga ke depan mereka juga dapat memimpin Kota Jayapura. Gelar doktor ini bukan untuk menunjukkan siapa saya, tetapi sebagai bagian dari tanggung jawab untuk terus belajar dan mengabdi kepada masyarakat,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....