Kerukunan Jadi Modal Indonesia dalam Menghadapi Dinamika Global
- 20 Jul 2026 17:13 WIB
- Bengkulu
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa kerukunan menjadi salah satu modal utama Indonesia dalam menghadapi dinamika global yang semakin kompleks. Pengalaman panjang bangsa Indonesia dalam merawat keberagaman dinilai menjadi kekuatan untuk membangun komunikasi yang terbuka, damai, dan konstruktif di tengah perbedaan kepentingan antarnegara.
Dikutip dari laman kemenag.go.id, pada Senin, 20 Juli 2026, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan bahwa Indonesia memiliki posisi yang strategis dalam pergaulan internasional karena konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Prinsip tersebut memungkinkan Indonesia menjalin komunikasi dengan berbagai negara tanpa harus terikat pada pertentangan blok tertentu.
"Kita selalu menempuh politik jalan tengah. Kita bisa dekat dan berkomunikasi dengan siapa pun karena politik bebas aktif sebagaimana dituntunkan dalam Undang-Undang Dasar 1945," ujar Nasaruddin Umar.
Ia menjelaskan bahwa politik jalan tengah bukan berarti Indonesia bersikap pasif terhadap berbagai persoalan dunia. Sebaliknya, Indonesia tetap aktif menyampaikan pandangan, membangun dialog, serta berkontribusi dalam penyelesaian konflik dengan pendekatan yang tidak memperkeruh situasi.
Menag menekankan bahwa keterlibatan Indonesia di tingkat internasional harus mampu menghadirkan suasana yang menenangkan dan mendorong terciptanya perdamaian. "Konflik itu tidak bisa diselesaikan dengan bensin, tetapi harus disiram dengan air kesejukan," katanya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyebut kekuatan Indonesia juga terletak pada kemampuan masyarakatnya hidup berdampingan dalam keberagaman agama, suku, bahasa, dan budaya. Keberagaman tersebut tetap terjaga karena memiliki fondasi kebangsaan yang kuat, yakni Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Ia mengajak generasi muda untuk terus menjaga nilai-nilai kebangsaan sebagai pijakan dalam merawat persatuan. "Saya berharap generasi kita sekarang ini dan generasi akan datang betul-betul mempertahankan prinsip dasar NKRI dengan falsafah Pancasila," ujar Menag.
Kondisi kerukunan di Indonesia juga tercermin dari capaian Indeks Kerukunan Umat Beragama (IKUB) 2025 yang mencapai 77,89 atau berada pada kategori tinggi. Capaian tertinggi dalam 11 tahun terakhir tersebut menunjukkan bahwa kerukunan merupakan modal sosial yang harus terus dijaga untuk memperkuat persatuan bangsa sekaligus mendukung peran konstruktif Indonesia dalam membangun komunikasi dan perdamaian di tingkat internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....