WamenPKP Dorong Bantul Jadi Kawasan Penopang Urbanisasi di DIY
- 15 Jul 2026 17:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (WamenPKP), Fahri Hamzah, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bantul, Selasa, 14 Juli 2026. Disambut oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, keduanya lalu membahas rencana arah kebijakan penataan ruang dan pembangunan di tengah arus urbanisasi saat ini.
Dalam keterangannya, Fahri menyatakan, kebutuhan hunian dan ruang perkotaan di DIY diprediksi akan semakin meningkat seiring dengan tingginya jumlah penduduk yang datang. Dengan kawasan perkotaan yang semakin padat, ia menilai bahwa strategi pengembangan kota-kota baru sangat diperlukan.
“Secara umum DIY adalah sasaran urbanisasi yang masif, salah satunya dikarenakan tingginya investasi di sektor pendidikan. Sehingga perpindahan penduduk di DIY diprediksi akan semakin tinggi,” ucapnya saat kunjungan di Ruang Bupati Bantul.
Fahri menyebut, Kabupaten Bantul berpotensi menjadi salah satu solusi untuk mengakomodasi pertumbuhan penduduk tersebut. Pasalnya, Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman saat ini kondisinya sudah semakin padat.
“Ini juga sejalan dengan desain pembangunan Presiden yang menitikberatkan pada penguatan kawasan desa, perkotaan, dan pesisir secara terpadu. Bantul ini punya desa, perkotaan, dan pesisir sehingga sesuai untuk mengembangkan pembangunan berbasis kawasan yang terintegrasi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memaparkan konsep 3M (Mundur, Munggah, Madhep Kali) untuk penataan kawasan bantaran sungai. Konsep ini berfokus pada memundurkan bangunan dari sempadan sungai, membangun hunian secara vertikal, serta mengorientasikan bangunan menghadap sungai.
“Konsep ini pertama kali berkembang melalui gerakan masyarakat di kawasan Sungai Winongo kemudian diadopsi Pemerintah Kota Yogyakarta sebagai bagian dari penataan kawasan bantaran sungai,” katanya.
Merespons wacana tersebut, Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, kawasan aglomerasi akan menjadi prioritas apabila konsep tersebut diterapkan. Sebab, kawasan tersebut memiliki kepadatan penduduk yang tinggi.
“Kalaupun nanti hunian vertikal itu kita kembangkan di Bantul, itu yang urgent di Kapanewon Banguntapan, Sewon, Kasihan, Sedayu, dan Piyungan. Itu adalah daerah aglomerasi perkotaan Yogyakarta yang berbatasan langsung dan pertumbuhannya kencang,” kata Halim.
Selain itu, Halim juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Hal itu agar fokus pengembangan kawasan selalu sejalan dengan konsep tata ruang yang sesuai.
“Sehingga pertumbuhan permukiman dapat berjalan seiring dengan perlindungan lahan pertanian serta kelestarian lingkungan,” ucapnya menambahkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....