Indonesia-Australia Perkuat Kerja Sama Pendidikan dan Moderasi Beragama

  • 15 Jul 2026 16:01 WIB
  •  Bengkulu

RRI.CO.ID, Bengkulu - Menteri Agama Nasaruddin Umar memperkuat langkah kerja sama Indonesia dan Australia di bidang pendidikan serta moderasi beragama melalui pertemuan dengan Asisten Menteri Luar Negeri Australia, Matt Thistlethwaite, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu 15 Juli 2026. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan kedua negara melalui kolaborasi akademik dan dialog keagamaan.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, pada Rabu, 15 Juli 2026, dalam pertemuan itu Nasaruddin mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Australia. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mulai direalisasikan pada tahun depan mengingat Australia merupakan negara tetangga yang memiliki hubungan strategis dengan Indonesia.

"Kami sedang menjajaki kerja sama dengan sejumlah universitas di Australia. Mudah-mudahan mulai tahun depan kolaborasi tersebut dapat direalisasikan. Australia adalah negara tetangga kami, sehingga hubungan akademik maupun keagamaan perlu terus diperkuat," kata Nasaruddin Umar.

Pertemuan tersebut juga dihadiri Presiden Australian National Imams Council (ANIC) Shady Alsuleiman dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier. Kehadiran para tokoh itu menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan, kerja sama keagamaan, dan dialog lintas budaya.

Dalam kesempatan itu, Menag memaparkan pengalaman Indonesia dalam mengembangkan moderasi beragama yang kini mendapat perhatian dunia internasional. Menurutnya, banyak negara mengundang Indonesia untuk berbagi pengalaman mengenai cara membangun pemahaman Islam yang moderat, damai, serta tetap berpegang pada nilai-nilai dasar ajaran agama.

"Kami membangun cara pandang keislaman yang moderat. Banyak negara mengundang kami untuk berbagi pengalaman karena kami memiliki metodologi khusus dalam menjelaskan Islam dengan perspektif yang modern, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasarnya," ujar Menag yang juga menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal.

Ia menambahkan, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemerintah dan lembaga internasional di Amerika Serikat, Eropa, hingga kawasan Skandinavia dalam memperkuat moderasi beragama. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan kepercayaan kepadanya untuk memimpin International Grand Imam Association yang berfokus pada penguatan kolaborasi para pemimpin agama di tingkat global.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama tengah mempersiapkan Konferensi Internasional Asosiasi Imam Besar yang akan digelar bulan depan. Forum tersebut akan mempertemukan para ulama terkemuka dunia, termasuk Imam Besar Masjidil Haram Syekh Sudais, guna membangun kerja sama internasional dalam mencegah penyebaran radikalisme melalui pendekatan keilmuan, dialog, dan metodologi yang dikembangkan Indonesia.

Sementara itu, Asisten Menteri Luar Negeri Australia Matt Thistlethwaite menilai penguatan kerja sama pendidikan dan moderasi beragama menjadi fondasi penting dalam mempererat kemitraan kedua negara. Ia menyebutkan, saat ini sekitar 25.000 mahasiswa Indonesia sedang menempuh pendidikan di Australia dan menjadi bagian penting dalam hubungan people-to-people antara Indonesia dan Australia.

Matt juga menegaskan bahwa komunitas Muslim di Australia berperan besar dalam membangun masyarakat yang saling menghormati dan menghargai keberagaman. Karena itu, Australia berkomitmen untuk terus memperkuat hubungan dengan Indonesia, termasuk melalui kerja sama dengan para pemimpin agama seperti Presiden ANIC Shady Alsuleiman, yang dinilainya sebagai sosok penting dalam mempererat persahabatan kedua negara.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....