LPTQ Papua Didorong Perkuat Pembinaan Al-Qur'an hingga Kampung

  • 15 Jul 2026 15:57 WIB
  •  Jayapura

RRI.CO.ID, Jayapura – Ketua Majelis Tartil dan Tilawah Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua, Anang Firdaus, mendorong Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Papua membangun sistem pembinaan Al-Qur'an yang berkelanjutan hingga ke tingkat kampung. Menurutnya, MTQ seharusnya menjadi puncak dari proses pembinaan, bukan sekadar ajang perlombaan tahunan.

Hal itu disampaikan Anang usai memimpin penilaian cabang Tartil dan Tilawah pada hari pertama penyisihan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua di Arena Utama, Kompleks Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu 15 Juli 2026.

Anang menilai peningkatan kualitas qari dan qariah di Papua hanya dapat dicapai apabila pembinaan dilakukan secara konsisten mulai dari tingkat dasar.

"Harapannya ke depan, MTQ ini adalah semacam ultimate-nya, puncak dari pembinaan yang berkelanjutan. Program-program LPTQ itu bisa sampai ke bawah, dari provinsi menuju kabupaten/kota, dari kabupaten/kota menuju distrik, dari distrik ke lembaga-lembaga pendidikan, TPQ, pesantren, madrasah, dan seterusnya. Sehingga ketika MTQ ini dilaksanakan, kita betul-betul akan menampilkan peserta-peserta yang kompetitif," ujarnya.

Menurut Anang, pembinaan tidak boleh hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Ia berharap setiap daerah memiliki program latihan rutin sehingga kemampuan peserta terus berkembang dari waktu ke waktu.

"Sering kali yang terjadi itu menjelang event seperti ini baru kemudian dilatih. Idealnya kemampuan itu selalu dijaga secara konsisten. Menjelang lomba memang intensitas latihan bisa ditingkatkan, tetapi pembinaannya harus berjalan sepanjang waktu," kata dia.

Ia menjelaskan, pembinaan yang berkesinambungan tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga membentuk mental peserta agar lebih siap saat tampil di arena perlombaan.

Anang menambahkan, latihan yang dilakukan secara rutin, termasuk melalui simulasi lomba, akan membantu peserta mengatasi rasa gugup dan meningkatkan kepercayaan diri.

"Semakin anak itu sering dilatih, bahkan kalau perlu melalui simulasi seperti lomba, maka mentalnya akan semakin terlatih. Dengan begitu mereka mampu mengendalikan diri sehingga tidak mudah grogi atau demam panggung ketika tampil," ucap Anang.

Menurutnya, pembinaan yang terstruktur dari tingkat kampung hingga provinsi akan memperkuat proses kaderisasi qari dan qariah di Papua sehingga daerah ini mampu melahirkan lebih banyak peserta berprestasi yang siap bersaing di tingkat nasional.

Anang berharap MTQ tidak dipandang sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai bagian dari proses panjang membangun generasi Qur'ani yang memiliki kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....