Menag Ajak Umat Islam Verifikasi Arah Kiblat lewat Fenomena Rashdul Qiblat
- 13 Jul 2026 18:42 WIB
- Bengkulu
Poin Utama
- Verifikasi Arah Kiblat
- Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026
- Fenomena Rashdul Qiblat
RRI.CO.ID, Bengkulu - Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. mengajak umat Islam di seluruh Indonesia memanfaatkan fenomena Matahari tepat berada di atas Kakbah untuk memverifikasi kembali arah kiblat. Momentum astronomi yang dikenal dalam ilmu falak sebagai Rashdul Qiblat itu akan dimanfaatkan melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026 sebagai cara yang mudah, praktis, dan presisi untuk memastikan ketepatan arah kiblat.
Dikutip dari laman kemenag.go.id pada Senin, 13 Juli 2026, ajakan tersebut disampaikan Menag di Jakarta, pada Senin 13 Juli 2026. Menurutnya, menghadap kiblat merupakan bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat sehingga memastikan arah kiblat yang benar menjadi ikhtiar yang perlu dilakukan oleh setiap Muslim.
"Saudara-saudaraku, umat Islam di seluruh Indonesia. Menghadap kiblat adalah bagian penting dalam kesempurnaan ibadah salat kita. Karena itu, Kementerian Agama mengajak seluruh masyarakat untuk ikut serta dalam Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026," ujar Nasaruddin Umar.
Menag menjelaskan, fenomena Matahari tepat di atas Kakbah terjadi dua kali setiap tahun ketika Matahari berada di titik zenit Kakbah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak lurus di permukaan bumi dapat dijadikan acuan ilmiah untuk menentukan arah kiblat dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Tahun ini, fenomena tersebut akan berlangsung pada Rabu dan Kamis, 15 hingga 16 Juli 2026, pada pukul 16.27 WIB, 17.27 WITA, dan 18.27 WIT. Masyarakat cukup menyiapkan tongkat atau benda yang dipasang tegak lurus di tempat terbuka, kemudian mengamati arah bayangan yang terbentuk, karena garis yang ditarik dari ujung bayangan menuju pangkal tongkat menunjukkan arah Kakbah.
"Pada Rabu dan Kamis, 15 dan 16 Juli 2026, tepat pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA. Kita akan memanfaatkan momentum saat posisi Matahari berada tepat di atas Kakbah sehingga dapat digunakan untuk memverifikasi arah kiblat secara mudah, praktis, dan presisi," kata Menag.
Melalui Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat 2026, Kementerian Agama mengajak takmir masjid dan musala, Kantor Urusan Agama (KUA), madrasah, pondok pesantren, perguruan tinggi, instansi pemerintah, kantor swasta, hotel, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat untuk berpartisipasi melakukan verifikasi arah kiblat. Peserta dapat mendaftarkan lokasi pengukuran melalui portal Gerakan Nasional Indonesia Berkiblat, mengikuti panduan teknis yang tersedia, dan melaksanakan pengukuran secara serentak sesuai waktu terjadinya fenomena, sehingga gerakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan akurasi arah kiblat, tetapi juga memperkuat literasi masyarakat mengenai ilmu falak sebagai bagian dari pelayanan keagamaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....